IHSG Melemah Tipis, Peluang Rebound Terbuka

Ilustrasi memantau harga saham.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis hari ini, Rabu (8/7/2026), di level 5.984,18. Angkanya sempat turun ke 5.941,55, atau terkoreksi sekitar 0,04%–0,75% dari penutupan sebelumnya di 5.986,50.

Pergerakan awal indeks berada di rentang 5.931–5.984. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual terutama dari sektor perbankan dan energi.

Saham-saham besar seperti BBNI, BBTN, BMRI, dan BBRI di sektor perbankan, serta ADRO, ANTM, dan AMMN di sektor energi, kompak melemah sehingga menekan indeks secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar IHSG berada di kisaran Rp 10.407–10.421 triliun, mencerminkan skala besar pasar modal Indonesia meski sedang dalam fase konsolidasi.

Tekanan ini tidak lepas dari faktor eksternal, di mana bursa global melemah akibat aksi jual saham berbasis AI di Wall Street dan lonjakan harga minyak mentah yang menambah kekhawatiran inflasi.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Asing Lepas Saham Big Caps

Dari sisi domestik, investor melakukan profit taking setelah IHSG sempat reli 1,19% pada perdagangan sebelumnya. Namun, terdapat sentimen positif berupa penguatan tipis rupiah ke Rp 17.980 per USD serta kenaikan cadangan devisa ke US$ 145,6 miliar, yang memberi dukungan fundamental bagi pasar.

Secara teknikal, IHSG memiliki support di level 5.486–5.900 dan resistance di 6.000–6.286. Jika mampu menembus resistance di 6.000–6.050, indeks berpeluang menguji target penguatan di kisaran 6.083–6.203. Analis menilai bahwa meski tekanan global masih membayangi, peluang rebound tetap terbuka berkat dukungan fundamental domestik.

Untuk rekomendasi saham hari ini, beberapa emiten yang layak dicermati antara lain: AADI (Adaro Andalan Indonesia) dengan rekomendasi Trading Buy target Rp 8.300–8.425, BKSL (Sentul City) dengan strategi Buy on Weakness target Rp 73–80, serta saham komoditas seperti INCO (Vale Indonesia) dan PTRO (Petrosea) dengan target Rp 4.800–5.175.

IHSG berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan dari sektor perbankan dan energi. Namun dukungan dari penguatan rupiah dan cadangan devisa memberi peluang bagi indeks untuk kembali menguat.

Jika mampu menembus resistance psikologis di 6.000–6.050, IHSG berpotensi melanjutkan reli menuju 6.083–6.203, sehingga investor disarankan tetap mencermati saham-saham unggulan yang berpotensi rebound.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *