Harga Bitcoin USD63.000, Resistensi Teknis Menahan Laju Bullish

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin atau BTC hari ini, Rabu (8/7/2026), berada di kisaran USD63.051 – USD63.400 atau sekitar Rp 1,12 – 1,13 miliar per koin, dengan koreksi tipis sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar USD1,26 – 1,27 triliun.

Kondisi ini menandakan bahwa meski ada tekanan jual. Aset kripto terbesar ini tetap memiliki basis kapitalisasi yang sangat kuat.

Pergerakan harian menunjukkan penurunan 1,01% – 1,23%, namun volume perdagangan masih tinggi, mencerminkan aktivitas jual-beli intensif di kalangan investor.

Kondisi ini terjadi setelah Bitcoin mencatat kenaikan 7,31% dalam sepekan terakhir, sehingga banyak trader melakukan aksi ambil untung untuk mengamankan profit. Selain itu, faktor eksternal seperti tekanan geopolitik turut menambah ketidakpastian pasar, mendorong investor besar (whales) melepas sebagian aset mereka.

Dari sisi teknikal, level USD65.800 menjadi titik resistensi kuat yang menghentikan potensi bullish lebih lanjut, sementara dukungan dari arus masuk ETF spot belum cukup untuk menembus batas tersebut.

Baca Juga: Bitcoin Pulih ke Atas USD60.700 Usai Pernyataan Fed, Solana Pimpin Kenaikan Kripto

Secara tren mingguan, Bitcoin masih menunjukkan performa positif dengan kenaikan lebih dari 7%, namun koreksi harian menandakan fase konsolidasi. Secara psikologis, level USD63.000 menjadi area support penting yang menjaga stabilitas harga.

Sementara USD65.800 tetap menjadi batas atas yang sulit ditembus. Dampaknya, investor ritel perlu waspada terhadap volatilitas jangka pendek, sedangkan investor institusional masih menunjukkan minat melalui ETF spot, menandakan kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin.

Pasar kripto secara umum juga mengalami pelemahan, dengan Ethereum, Binance Coin, dan Solana ikut terkoreksi. Hal ini menunjukkan tren konsolidasi menyeluruh di pasar kripto, bukan hanya pada Bitcoin.

Dengan kondisi seperti ini, Bitcoin pada 8 Juli 2026 berada dalam fase transisi: di satu sisi ada tekanan jual dan resistensi teknis, namun di sisi lain dukungan institusional dan tren mingguan tetap memberikan prospek positif jangka menengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *