ASIAWORLDVIEW – Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 menjadi salah satu forum strategis paling penting bagi masa depan ekosistem keuangan digital nasional. Dengan tema “Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy”. Acara ini tidak hanya menyoroti transformasi perbankan digital, tetapi juga menekankan bagaimana inovasi finansial dapat mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan sektor riil.
“Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan global. Lebih dari 300 pemimpin dari berbagai kalangan hadir, mulai dari regulator seperti OJK dan Bank Indonesia, perbankan besar, perusahaan fintech, akademisi, hingga mitra internasional,” sebut Firlie Ganinduto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), dalam konferensi pers IDBS 2026, Selasa (7/7/2026).
Diskusi dalam summit mencakup strategi memperluas penetrasi digital banking, memperkuat keamanan data dan kepercayaan publik. Selain itu, mendorong kolaborasi antara sektor keuangan dan sektor riil agar digitalisasi tidak hanya berhenti pada layanan transaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak produktivitas ekonomi.
“Momentum IDBS 2026 juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar digital finance paling dinamis di Asia, dengan fokus pada integrasi teknologi, regulasi adaptif, dan inovasi model bisnis yang mendukung agenda pembangunan nasional,” ia menambahkan.
Baca Juga: Insiden Pemadam Kebakaran Palsu di Semarang Jadi Sorotan AFTECH
IDBS 2026 juga merepresentasikan pergeseran besar dalam fokus industri keuangan, dari sekadar digitalisasi layanan dan perluasan inklusi keuangan pada dekade sebelumnya. Kini, menuju fase yang lebih matang yaitu integrasi antar pelaku, penguatan kepercayaan, serta penciptaan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan sektor riil.
“Jika sebelumnya agenda utama berkisar pada bagaimana teknologi digital dapat memperluas akses layanan keuangan, kini perhatian bergeser pada bagaimana inovasi tersebut benar-benar memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan finansial masyarakat dan pertumbuhan ekonomi produktif,” jelasnya.
Agenda strategis yang dibahas mencakup isu-isu penting. Misalnya, universal banking, open finance, responsible AI, penguatan infrastruktur keuangan digital, financial well-being, digital trust, fraud prevention, hingga pembiayaan produktif sektor riil.
IDBS 2026 menjadi forum penting yang menegaskan arah baru industri keuangan: membangun ekosistem yang terintegrasi, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Fokus pada integrasi antar pelaku dan penguatan kepercayaan menjadi fondasi agar inovasi keuangan tidak hanya sekadar tren teknologi, melainkan benar-benar menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
“Semua agenda ini menunjukkan bahwa industri keuangan tidak lagi hanya berorientasi pada efisiensi layanan, tetapi juga pada keberlanjutan, kepercayaan, dan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya.
