ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto menunjukkan pergerakan positif dengan Bitcoin berada di kisaran USD63.587–63.878 (sekitar Rp1,14 miliar per koin). Kenaikan harian sekitar 1,4–1,56% dan penguatan mingguan sebesar 7,5% menandakan adanya arus modal baru yang masuk ke aset digital ini.
Meski begitu, sentimen pasar masih berhati-hati, tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang berada di level 28 (Fear). Artinya, meskipun harga naik, investor belum sepenuhnya percaya diri dan masih menunggu kepastian arah pasar. Kapitalisasi pasar kripto global sendiri naik sekitar 1% ke USD2,19 triliun, memperlihatkan tren positif di seluruh ekosistem kripto.
Bitcoin hari ini bisa dianggap stabil namun rapuh, di mana kenaikan harga belum sepenuhnya mencerminkan kepercayaan pasar jangka panjang. Aset digital ini sedang berada di persimpangan penting: ada peluang menuju level lebih tinggi, tetapi juga ancaman koreksi jika faktor eksternal kembali menekan.
Baca Juga: Bitcoin Pulih ke Atas USD60.700 Usai Pernyataan Fed, Solana Pimpin Kenaikan Kripto
Kenaikan Bitcoin hari ini didorong oleh tren penguatan di altcoin besar. Ethereum kini USD1.787, naik 14,45% mingguan. Sementara, Binance Coin menjadi USD587–592, naik 3,1% harian.
Solana kini ada di anga USD81,4–81,9, naik 14,6% mingguan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang mengalami fase akumulasi, di mana investor mulai masuk kembali setelah periode tekanan jual. Namun, faktor makroekonomi seperti kebijakan moneter AS dan arus keluar dari ETF Bitcoin spot masih menjadi penghambat utama.
Secara teknikal, Bitcoin berada di atas harga rata-rata realisasi (realized price) sekitar US$52.000, tetapi masih di bawah moving average 200 pekan di kisaran US$62.000, sehingga pasar berada dalam fase transisi antara optimisme dan kehati-hatian.
Meski target psikologis berikutnya adalah USD65.000, analis memperingatkan adanya potensi koreksi jika tekanan jual meningkat kembali. Risiko utama yang perlu diperhatikan adalah volatilitas tinggi, arus keluar dari ETF yang menunjukkan keraguan investor institusi, serta sentimen pasar yang masih didominasi rasa takut.

