ASIAWORLDVIEW – Athletic Pilates tengah menjadi trend di kalangan penggemar olahraga. Ini merupakan evolusi dari Pilates tradisional yang dirancang lebih dinamis dengan menggabungkan prinsip latihan atletik. Alhasil menghasilkan program kebugaran yang komprehensif.
Konsep dasarnya berfokus pada integrasi multi-disiplin. Kemudian memadukan gerakan Pilates klasik dengan intensitas olahraga lain seperti yoga, barre, dan cardio. Jajal latihan athletic pilates di Vaura.
“VAURA Menteng akhirnya hadir di Jakarta, dan kami sangat antusias dapat memperkenalkan pengalaman VAURA kepada komunitas wellness di Indonesia. Melalui studio ini, kami ingin menghadirkan cara baru dalam menikmati Pilates–lebih athletic, immersive, community-driven, dan dirancang untuk membantu setiap orang merasa lebih bertenaga, lebih fokus, dan lebih percaya diri,” ujar Anna Michau, CEO LUXEFIT, Master Franchisor VAURA Pilates, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Pilates Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental
Karakteristik utamanya adalah low-impact namun high-repetition, di mana gerakan dilakukan berulang dengan beban ringan sehingga aman bagi sendi, tetapi tetap efektif dalam membakar lemak dan mengencangkan otot. Fokus latihan ini adalah memperkuat otot inti (core), meningkatkan mobilitas, keseimbangan, serta memperbaiki postur tubuh, dengan tujuan membangun tubuh yang lebih kuat, lentur, dan seimbang, cocok untuk semua level kebugaran.
Manfaat Athletic Pilates sangat luas, mulai dari peningkatan kekuatan inti yang penting untuk stabilitas tubuh, hingga fleksibilitas yang membantu memperluas rentang gerak otot dan sendi serta mengurangi risiko cedera. Latihan ini juga meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, yang berguna untuk berbagai olahraga seperti golf, renang, dan lari.
Meski bersifat low-impact, intensitas repetisi tinggi membuatnya efektif dalam pembakaran kalori. Alhasil mendukung penurunan lemak tubuh. Selain itu, Athletic Pilates berperan dalam pemulihan atletik dengan membantu mengatasi ketidakseimbangan otot akibat latihan intensif.
Format latihan biasanya berlangsung selama 30–45 menit per sesi, menggunakan metode berbasis interval dengan satu gerakan per waktu, tanpa alur rumit seperti Pilates tradisional. Peralatan yang digunakan relatif sederhana, sebagian besar berbasis berat badan, namun dapat ditambah dengan dumbbell, resistance band, atau bola Pilates untuk variasi dan intensitas lebih tinggi.
