ASIAWORLDVIEW – Shiba Inu (SHIB) mengalami arus keluar yang meroket sebesar 883% dalam seminggu terakhir. Menurut data dari IntoTheBlock, peningkatan arus keluar yang signifikan terjadi antara 15 Januari dan 16 Januari, dengan arus keluar pemegang saham besar meningkat dari 647 miliar SHIB menjadi 1,11 triliun SHIB. Tren ini telah memicu rasa ingin tahu yang luas mengenai faktor pendorong di balik gerakan besar-besaran ini.
Peningkatan arus keluar SHIB sebesar lebih dari 883% tampaknya terkait dengan perdagangan akibat aksi ambil untung dan penyesuaian pasar oleh para pemain besar. Beberapa investor mungkin telah menguangkan sebagian token SHIB mereka ketika harganya turun menjadi USD0,0000196 awal pekan ini.
Baca Juga: Shiba Inu Alami Penurunan, Memicu Kekhawatiran
Namun, situasinya menjadi lebih menarik ketika arus keluar melonjak bersamaan dengan lonjakan harga hampir 10% dalam satu hari. Ini berarti bahwa ketika beberapa investor melepas sahamnya, ada banyak minat beli di pasar yang menyerap pesanan jual. Bisa jadi karena investor ritel atau disebut small whales membeli SHIB dengan harga lebih murah lalu harganya naik.
Meskipun terjadi arus keluar yang signifikan, Shiba Inu telah membuat pembalikan harga yang mengesankan. Pada hari terakhir saja, SHIB telah melonjak dari USD0,000022 menjadi USD0,0000246 pada grafik harian yang membuatnya menjadi kandil hijau besar.
Harga SHIB naik 8.78% dalam 24 jam terakhir dan naik 14% dalam seminggu terakhir, menandakan pasar sudah bangkit kembali. Beberapa metrik lain seperti volume perdagangan dan volume transaksi oleh pemegang saham besar juga meningkat. Artinya, tekanan beli sama atau lebih kuat dibandingkan tekanan jual selama periode ini. Ada tekanan pembelian terus menerus untuk SHIB, yang berarti bahwa permintaan terhadap token tersebut tidak berkurang bahkan dengan peningkatan arus keluar.
