ASIAWORLDVIEW – Perkembangan penggunaan teknologi kecerdasan buatan di dunia kerja kini berlangsung sangat masif. Data menunjukkan bahwa 94% karyawan telah menggunakan teknologi ini dalam aktivitas profesional mereka, mulai dari tugas administratif, analisis data, hingga kolaborasi lintas tim.
Juliana Cen, President Director of HP Indonesia dalam HP Elevate 2026, Kamis (25/6/2026), mengatakan, “penggunaan AI sudah dilakukan secara luas. Bahkan, sekitar 50% pekerja sudah memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari seperti penjadwalan, pencarian informasi, dan komunikasi. Kondisi ini menandakan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari produktivitas modern.”
Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadi motor utama adopsi. Menariknya, 62% Gen Z bahkan sudah mengajarkan penggunaan AI kepada rekan kerja senior mereka, memperlihatkan adanya transfer pengetahuan lintas generasi yang mempercepat transformasi digital di dunia kerja.
Sebanyak 96% pengguna harian AI merasa lebih efisien dalam menyelesaikan tugas, sehingga produktivitas meningkat signifikan. Dari sisi finansial, 72% pekerja yang mahir menggunakan AI mengalami kenaikan gaji, dibandingkan hanya 52% pada pekerja non-pengguna.
Baca Juga: Modernisasi Interaksi Konsumen Lewat Teknologi AI dan Cloud
“Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan AI bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Selain itu, dengan AI mengambil alih tugas-tugas rutin, karyawan kini memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan kreatif, problem-solving, dan inovasi, yang menjadi nilai tambah dalam persaingan karier,” ia menambahkan.
Melihat kebutuhan teknologi AI yang semakin masif, HP mulai menghadirkan produk dengan fitur AI yang disematkan langsung ke dalam perangkat gadget mereka. Langkah ini bukan sekadar tren, melainkan strategi untuk menjawab tuntutan pasar yang menginginkan perangkat lebih cerdas, efisien, dan mampu mendukung produktivitas sehari-hari.
“Dengan integrasi AI di perangkat, pengguna dapat merasakan pengalaman yang lebih personal, mulai dari pengaturan otomatis performa sistem, manajemen daya baterai yang lebih efisien, hingga fitur keamanan berbasis AI yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time. Jadi, pengalamannya lebih personal,” jelasnya.
HP juga menekankan pada AI untuk produktivitas, misalnya dengan menghadirkan asisten kerja digital yang membantu penjadwalan, pencarian dokumen, hingga kolaborasi lintas aplikasi. Kehadiran fitur ini membuat perangkat HP tidak hanya sekadar alat kerja, tetapi juga menjadi partner cerdas yang mampu memahami pola penggunaan penggunanya.
“HP berusaha memperkuat posisinya sebagai brand yang relevan dengan kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan perangkat ringkas, powerful, dan adaptif terhadap gaya hidup digital. Kehadiran produk ini diharapkan mampu mendorong transformasi cara kerja dan cara belajar, sekaligus memperkuat ekosistem teknologi AI di Indonesia,” pungkasnya.
