ASIAWORLDVIEW – Indonesia tetap dipandang sebagai tujuan investasi asing yang menarik meskipun konflik geopolitik global semakin memanas dan pasar keuangan mengalami gejolak. Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang konsisten di atas empat persen, ditopang oleh kerangka kerja perdagangan regional dengan mitra besar seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru, memperkuat kepercayaan investor terhadap kawasan ini.
“Stabilitas tersebut tercermin dalam infrastruktur Indonesia, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mencatat tingkat okupansi tinggi karena produsen global merelokasi fasilitas mereka di tengah penataan ulang rantai pasok,” sebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip Asia World View, Rabu (24/6/2026).
Ia menekankan bahwa kawasan Indo-Pasifik, khususnya Asia Tenggara, masih menjadi jangkar stabil bagi investor. Kondisi ini, tambahnya, menguntungkan bagi investasi asing langsung.
“Perdamaian selalu memberikan dampak positif terhadap prospek global dan perekonomian dunia,” ia menambahkan.
Baca Juga: Koreksi 40% Picu Investor Asing Borong Saham RI
Hal ini juga akan memperbaiki rantai pasokan. Akhirnya, memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Ia juga menyoroti fundamental Asia Tenggara yang tangguh sebagai pendorong utama kepercayaan investor.
“Stabilitas regional ini tercermin secara langsung dalam infrastruktur Indonesia. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di negara ini melaporkan tingkat okupansi yang tinggi seiring produsen global berupaya merelokasi fasilitas mereka di tengah penataan ulang rantai pasokan global yang lebih luas,” ia menambahkan.
Ia menekankan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas domestik serta mempertahankan nilai tukar rupiah.
“Langkah-langkah kebijakan terbaru yang diambil oleh Bank Indonesia untuk menjaga daya tarik instrumen rupiah diharapkan dapat mengurangi tekanan arus keluar modal dan mendukung masuknya investasi berkualitas tinggi secara stabil,” pungkasnya.
