Rupiah Melemah Tipis di Rp17.819 per USD, Geopolitik dan The Fed Alasannya

Mata uang Rupiah.(Antara)

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali melemah tipis di pasar spot, Senin (22/6/2026). Kurs rupiah berada di Rp17.819 per USD, sementara perdagangan pagi menurut JPNN menunjukkan posisi Rp17.813 per USD, turun sekitar 0,05% dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.804. Secara harian, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.800–Rp17.850 per USD, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.

Kurs jual-beli di bank besar juga menunjukkan tren serupa. BCA menetapkan e-rate beli di Rp17.790 dan jual Rp17.810. Sementara, Mandiri di Rp17.795–Rp17.825, BRI di Rp17.748–Rp17.900, dan BNI di Rp17.807–Rp17.832. Angka-angka ini menunjukkan konsistensi pelemahan rupiah di berbagai institusi perbankan.

Pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal. Dari sisi global, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah akibat serangan udara Israel di Lebanon dan ancaman Iran menutup Selat Hormuz menekan mata uang Asia, termasuk rupiah.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis, Dibuka di Rp 18.134 per Dolar AS

Selain itu, kebijakan The Fed yang masih hawkish dengan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan memperkuat dolar AS secara global. Dari sisi domestik, investor masih bersikap wait and see terkait klasifikasi pasar modal Indonesia dan defisit neraca transaksi berjalan.

Implikasi pelemahan rupiah cukup signifikan bagi pelaku usaha. Biaya impor meningkat, karena bahan baku yang dibeli dengan dolar menjadi lebih mahal, sehingga menekan margin industri manufaktur dan UMKM.

Sebaliknya, ekspor menjadi lebih kompetitif, karena produk Indonesia relatif lebih murah di pasar global. Namun, volatilitas tinggi tetap menjadi tantangan, dengan proyeksi pergerakan rupiah dalam beberapa pekan ke depan berada di kisaran Rp17.500–Rp18.000 per USD. Kondisi ini menuntut strategi diversifikasi dan kehati-hatian bagi investor maupun pelaku usaha dalam mengelola risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *