ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin atau BTC hari ini, Senin (22/6/2026), tercatat berada di kisaran USD63.585 per koin, atau setara dengan Rp 1,13 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan tipis sekitar 0,91% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan melemahnya kapitalisasi pasar kripto global sebesar 0,99% menjadi USD 2,18 triliun.
Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. APalagi ketidakpastian geopolitik dan rotasi dana investor.
Salah satu faktor utama penurunan harga adalah eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan udara Israel di Lebanon dan ancaman Iran menutup Selat Hormuz. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kondisi ini membuat sebagian investor lebih berhati-hati dan mengalihkan modal ke instrumen lain yang dianggap lebih aman. Selain itu, adanya peralihan dana ke saham teknologi Amerika Serikat, terutama menjelang rencana IPO SpaceX, turut menekan permintaan aset kripto.
Baca Juga: Indodax Soroti Dampak Geopolitik pada Pemulihan Pasar Kripto
Bitcoin masih bertahan di atas level psikologis USD63.000, yang dapat menjadi support kuat jika tekanan jual mereda. Potensi rebound tetap terbuka, terutama jika sentimen global membaik atau ada katalis positif dari pasar kripto.
Namun, volatilitas tetap tinggi sehingga investor disarankan untuk melakukan diversifikasi aset, tidak hanya bergantung pada kripto, melainkan juga mempertimbangkan saham dan instrumen lain untuk mengurangi risiko.
Dampak pelemahan Bitcoin juga terlihat pada kripto besar lainnya. Ethereum (ETH) turun 1,18% ke US$ 1.714. Binance Coin (BNB) melemah 0,4% ke USD 585. Bahkan, XRP turun 1,6% ke USD 1,13,.
Solana (SOL) ikut turun 0,39% ke USD 72,82. Kemudian Dogecoin (DOGE) turun 1,33% kini menjadi USD 0,08.
