Ketegangan Terbaru Timur Tengah Guncang Pasar Kripto Global

Ehereum dan Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto mengalami gelombang likuidasi yang tajam menyusul ketidakpastian terkait implementasi kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran yang baru-baru ini diumumkan. Hal ini mengakibatkan posisi dengan leverage senilai lebih dari USD192 juta lenyap di Bitcoin, Ethereum, dan XRP.

Menurut data CoinGlass, lebih dari USD101 juta dari kerugian tersebut berasal dari posisi long karena pasar kripto terus mengalami tren bearish akibat ketegangan geopolitik. Ethereum mencatat likuidasi terbesar senilai lebih dari USD43 juta, diikuti oleh Bitcoin dengan hampir USD41 juta. Para trader long XRP bahkan mengalami kerugian lebih dari USD3 juta.

Pembicaraan lanjutan yang direncanakan antara Washington dan Teheran ditunda. Hal ini menyebabkan volatilitas pasar kripto meningkat. Pejabat AS dan Iran semula dijadwalkan bertemu di Swiss pada hari Jumat untuk membahas langkah-langkah selanjutnya dari kesepakatan tersebut, namun Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungannya ke sana.

Baca Juga: Indodax Soroti Dampak Geopolitik pada Pemulihan Pasar Kripto

Penundaan tersebut terjadi setelah sebelumnya kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman untuk menghentikan permusuhan dan memulihkan hubungan diplomatik, termasuk komitmen terhadap stabilitas regional dan pencabutan sanksi. Namun, batalnya pertemuan yang dijadwalkan membuat investor ragu akan konsistensi kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah, khususnya konflik Israel-Lebanon, semakin menambah tekanan pada pasar. Serangan yang berlanjut meski ada pengumuman gencatan senjata memperkuat persepsi bahwa situasi geopolitik masih rapuh dan penuh risiko.

Akibat kombinasi faktor ini, volatilitas kripto melonjak tajam. Harga Bitcoin sempat terdorong turun hingga menyentuh level USD62.000, meski kemudian stabil di titik tersebut. Stabilitas sementara ini tidak serta-merta menghapus kekhawatiran investor, karena arah pasar masih sangat bergantung pada perkembangan diplomasi AS-Iran dan dinamika konflik di Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *