Teknologi Baterai Blue Ocean Perkuat Vivo X Fold 6, Apa Kelebihannya?

Vivo

ASIAWORLDVIEW Vivo mulai buka-bukaan soal ponsel lipat terbarunya. Perusahaan teknologi China itu telah membagikan video demonstrasi baru yang menyoroti kemampuan Vivo X Fold 6 yang akan segera dirilis.

Alih-alih hanya berfokus pada performa atau kamera, perusahaan ini justru mengarahkan perhatian pada aspek-aspek yang penting bagi para pelancong sering dan pengguna aktif. Keunggulannya daya tahan baterai, ketahanan fisik, dan konektivitas jaringan.

Manajer Produk Vivo, Han Boxiao, telah mengonfirmasi bahwa Vivo X Fold 6 akan dilengkapi dengan baterai Blue Ocean berkapasitas besar 7.000mAh di semua variannya. Ponsel lipat ini juga diklaim sebagai smartphone pertama di industri yang menggunakan teknologi baterai anoda silikon generasi kelima, yang dipadukan dengan teknologi baterai semi-solid-state generasi ketiga dari Vivo untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan.

Menurut Boxiao, sistem baterai Blue Ocean telah dioptimalkan di berbagai tingkatan, sehingga membantu smartphone lipat ini bertahan hingga 9,8 jam dalam skenario Atomic Workbench dengan beban berat. Vivo mengklaim hal ini menunjukkan peningkatan daya tahan baterai sebesar 30 persen.

Baca Juga: Vivo X Fold 6 Hadir dengan Desain Baru dan Fitur AI Canggih

Perusahaan ini juga memamerkan performa ponsel tersebut dalam kondisi ekstrem. Vivo X Fold 6 dilaporkan tetap beroperasi pada suhu serendah minus 20 derajat Celsius. Demonstrasi lain menunjukkan ponsel lipat ini digunakan di bawah air. Perangkat ini memiliki sertifikasi IPX8 dan IPX9 serta diklaim mampu menahan tekanan air yang kuat. Vivo juga melengkapinya dengan engsel ringan yang dirancang untuk menjaga stabilitas saat dilipat dan dibuka dalam penggunaan jangka panjang.

Konektivitas tampaknya menjadi fokus utama lainnya. Vivo menyatakan bahwa Vivo X Fold 6 dilengkapi dengan Global Signal Amplification System 3.0 yang telah ditingkatkan, didukung oleh arsitektur chipset komunikasi 1+4 milik sendiri. Konfigurasi ini mencakup satu chip penguat sinyal khusus dan empat chip peningkat Wi-Fi yang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan sinyal di lingkungan yang menantang.

Perusahaan bahkan mendemonstrasikan panggilan suara saat terjun payung dari ketinggian 4.000 meter, menyoroti kemampuan ponsel ini untuk mencari dan mempertahankan koneksi jaringan yang optimal. Vivo mengklaim sistem komunikasi yang ditingkatkan ini dirancang untuk memberikan konektivitas yang andal di kereta berkecepatan tinggi, lift, jalan tol, dan area-area lain dengan jangkauan sinyal yang sulit.

Sebelumnya, merek ini telah mengonfirmasi bahwa perangkat tersebut akan dilengkapi dengan layar OLED lipat bagian dalam berukuran 8,02 inci dengan kecerahan hingga 5.000 nits, chipset Dimensity 9500 Super Edition, serta konfigurasi tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 200 megapiksel, lensa ultra-lebar 50 megapiksel, dan kamera telefoto periskop 50 megapiksel. Ini akan menjadi perangkat lipat pertama perusahaan yang mendukung aksesori ekstender telefoto.

Perangkat ini akan tersedia dalam konfigurasi 12GB+256GB, 12GB+512GB, 16GB+512GB, dan 16GB+1TB, serta pilihan warna Blue Cave, Salt Lake, Polar Night, dan Black Gold Edition. Perangkat ini diperkirakan akan diluncurkan pada 26 Juni di Tiongkok, dengan peluncuran global kemungkinan akan menyusul pada bulan Juli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *