ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (15/6/2026), mencatatkan lonjakan yang sangat impresif dengan kenaikan lebih dari 5% pada sesi pertama perdagangan, ditutup di level 6.311. Kondisi ini mencerminkan optimisme investor yang kuat terhadap pasar modal Indonesia, baik dari sisi domestik maupun global.
Sejak pembukaan pagi pukul 09.05 WIB, IHSG sudah menunjukkan tren positif dengan kenaikan 3,18% ke level 6.198,47, dan kemudian terus melaju hingga sesi penutupan siang hari. Lonjakan ini juga diikuti oleh indeks lain seperti LQ45 yang naik 5,54% ke 630,550, IDX30 yang naik 5,12% ke 356,356, serta IDX80 yang naik 5,91% ke 94,976, menandakan bahwa penguatan tidak hanya terjadi pada saham-saham unggulan, tetapi juga meluas ke berbagai sektor.
Saham-saham teraktif turut menjadi motor penggerak IHSG hari ini. TPIA (PT Chandra Asri Pacific Tbk) mencatat nilai transaksi terbesar mencapai Rp1,558 triliun dengan volume 776,99 juta saham di harga Rp2.110 per saham. BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) juga menjadi sorotan dengan nilai transaksi Rp1,553 triliun dan harga Rp6.375 per saham, menunjukkan dominasi sektor perbankan dalam menopang indeks.
Baca Juga: IHSG Menguat, Kebijakan BI Jadi Penopang
Selain itu, BUMI (PT Bumi Resources Tbk) mencatat nilai transaksi Rp1,415 triliun. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sektor energi dan sumber daya alam juga ikut berkontribusi dalam penguatan pasar.
Faktor pendorong utama penguatan IHSG berasal dari kombinasi sentimen global dan domestik. Kesepakatan damai antara AS dan Iran menekan harga minyak dunia, sehingga meningkatkan optimisme pasar global dan mendorong investor untuk masuk ke aset berisiko.
Di sisi domestik, penguatan rupiah ke level Rp17.778 per dolar AS menambah kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Selain itu, aksi beli asing yang cukup masif pada saham unggulan seperti BBCA dan TPIA memperkuat tren positif ini.
