ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto tengah menghadapi jadwal makroekonomi yang padat hari ini, Jumat (12/6/2026). Inflasi PPI AS melonjak menjadi 6,5% secara tahunan untuk bulan Mei, melampaui perkiraan pasar dan memicu kembali kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.
Bitcoin sempat menembus level USD63.500 sebelum mengalami koreksi, membentuk candle merah pada grafik jangka pendek. Apalagi seiring para trader menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Penawaran umum perdana (IPO) SpaceX hari ini dihargai $135 per saham di Nasdaq, menjadi penawaran umum terbesar dalam sejarah pasar dengan valuasi USD1,75 triliun. Perpindahan modal ke IPO ini telah menekan volume perdagangan kripto selama dua minggu berturut-turut.
Rapat FOMC pada 16-17 Juni, yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, kini menjadi peristiwa penentu arah pasar kripto selanjutnya.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas USD63.000, Data Tenaga Kerja Tekan Sentimen Kripto
Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD63.579 setelah pulih dari penurunan di bawah USD60.000 awal bulan ini. Aset ini tetap berada di bawah EMA 50, 100, dan 200 pada grafik 4 jam. Struktur pasar tetap lemah secara teknis dalam jangka pendek.
Level USD64.000 merupakan resistensi terdekat yang harus ditembus. Penutupan yang berkelanjutan di atas zona tersebut menargetkan USD66.500. Penurunan kembali di bawah USD61.600 berisiko mengekspos kembali zona support USD59.000 hingga USD60.000.
Berbicara mengenai kondisi pasar saat ini, Akshat Siddhant, Lead Quant Analyst di Mudrex, menyatakan, “Bitcoin menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun adanya kekhawatiran geopolitik dan makroekonomi yang meningkat. Penutupan Selat Hormuz telah mendorong harga minyak naik, meningkatkan kekhawatiran inflasi di pasar global.”
