Indonesia Cari Sumber Minyak Alternatif di Afrika dan Amerika Latin

Kapal tanker Pertamina.

ASIAWORLDVIEW – Indonesia saat ini sedang memperluas pasokan minyak mentah dari Afrika sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko gangguan energi akibat ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Pemerintah aktif menjalin kerja sama dengan negara-negara Afrika seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola, karena jalur pengiriman dari kawasan tersebut tidak bergantung pada rute pelayaran melalui Hormuz.

“Indonesia sedang mencari pasokan minyak dari wilayah-wilayah yang tidak bergantung pada rute pelayaran melalui selat Hormuz,” sebut Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Kamis (11/6/2026).

Langkah ini dianggap penting mengingat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia biasanya melewati selat tersebut. Setiap eskalasi konflik di Teluk Persia dapat langsung memengaruhi keamanan energi nasional.

Menurutnya, Afrika telah menjadi sumber alternatif yang cocok untuk pasokan minyak mentah Indonesia karena pengiriman dari benua tersebut tidak melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak, Australia Terancam Resesi

“Kami kini banyak berkolaborasi dengan Aljazair, Nigeria, Angola, banyak negara Afrika. Kami telah menerima banyak pasokan minyak dari Afrika. Sejauh ini, kami baik-baik saja,” tambahnya.

Indonesia juga menjajaki peluang impor minyak di Amerika Latin, di mana banyak negara memiliki sumber daya minyak dan gas.

“Kami sedang melihat banyak negara di sana yang memiliki potensi minyak dan gas. Hampir semua negara di Amerika Latin memiliki potensi tersebut,” kata Havas.

Sebelumnya Pertamina mengatakan Afrika telah menjadi salah satu sumber minyak mentah alternatif Indonesia di tengah ketegangan di Timur Tengah. Langkah tersebut sejalan dengan seruan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk mengamankan pasokan minyak mentah alternatif selama Selat Hormuz masih terpengaruh oleh ketegangan regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *