ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Rabu (3/6/2026), berada di kisaran USD 75.000–75.850, setelah sebelumnya ditolak di level resistance kuat USD 83.000 pada akhir Mei. Penolakan tersebut memicu koreksi sekitar 10% dari puncak terakhir, sehingga sentimen pasar saat ini cenderung melemah.
Tekanan jual semakin besar karena adanya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot, yang menunjukkan bahwa investor institusional sedang mengurangi eksposur mereka. Selain itu, distribusi besar-besaran oleh whale turut memperburuk kondisi pasar. Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global juga membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung menghindari aset berisiko, sehingga memperkuat tren koreksi.
Baca Juga: Bisnis Mining Bitcoin Keluarga Trump Lawan Tren, Pangkas Biaya Lebih Murah
Pola historis “Sell in May and Go Away” kembali terlihat, di mana bulan Mei yang berakhir negatif sering diikuti pelemahan di bulan Juni. Berdasarkan data historis, setelah Mei ditutup merah, rata-rata performa Bitcoin satu bulan kemudian tercatat minus 10,1%, sehingga proyeksi jangka pendek mengindikasikan potensi penurunan menuju USD 68.200 pada Juni ini.
Dalam tiga bulan ke depan, harga diperkirakan bisa stabil di kisaran USD 73.350 pada Agustus. Risiko yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan masuknya Bitcoin ke fase bear market jika tekanan jual berlanjut, serta likuidasi leverage yang dapat memperburuk volatilitas pasar.
Penurunan Bitcoin juga menyeret altcoin besar seperti NEAR, Injective, dan Worldcoin, sehingga dampak koreksi terasa luas di seluruh ekosistem kripto.
