ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Senin (1/6/2026), berada di kisaran Rp1,31–1,32 miliar per BTC atau sekitar USD73.934 sampai 73.936. Angkanya relatif stabil dalam 24 jam terakhir dengan koreksi tipis -0,04%. Namun tren mingguan menunjukkan pelemahan lebih dalam sekitar -4,12%.
Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi baru. Kapitalisasi pasar kripto global juga ikut tertekan, turun 0,19% menjadi US$2,49 triliun (Rp44.380 triliun), menandakan adanya arus keluar modal dari aset digital menuju instrumen lain seperti saham dan komoditas.
Faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini adalah arus keluar ETF Bitcoin spot AS yang berlanjut sejak pertengahan Mei, sehingga menekan likuiditas dan memperburuk sentimen investor. Selain itu, harga minyak dan energi global yang fluktuatif turut menambah ketidakpastian, karena investor menilai risiko lebih tinggi pada aset berisiko seperti kripto.
Baca Juga: Bitcoin dan Ether Turun di Tengah Pasar Makro Menguat
Namun terdapat sinyal akumulasi institusi, misalnya dari Michael Saylor (MicroStrategy) yang memberi indikasi potensi pembelian baru, sehingga menahan pelemahan lebih lanjut.
Di sisi lain, tekanan makroekonomi global, terutama terkait data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga The Fed, menjadi variabel penting yang terus diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus modal ke aset kripto.
Bitcoin saat ini berada dalam fase uji ketahanan di level psikologis US$73.000–75.000. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk rebound tetap terbuka, terutama dengan dukungan akumulasi institusi.
Apabila tekanan arus keluar ETF berlanjut dan kondisi makroekonomi semakin ketat, pelemahan bisa berlanjut lebih dalam. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang berada di persimpangan antara sentimen hati-hati dan optimisme jangka panjang, sehingga pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan sangat bergantung pada keseimbangan kedua faktor tersebut.
