ASIAWORLDVIEW – Posisi Indonesia sebagai pusat digital semakin krusial pada Mei 2026, terutama di tengah gencarnya adopsi Artificial Intelligence oleh berbagai organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. Indonesia telah bertransformasi dari sekadar pasar domestik yang besar menjadi simpul utama (hub) dalam ekosistem digital regional.
Equinix memandang Indonesia sebagai salah satu pilar paling krusial dalam strategi pertumbuhan bisnisnya di Asia Tenggara. Indonesia disebut sebagai bagian dari strategi ‘Singapore Plus’ yang menghubungkan Jakarta dengan pasar-pasar strategis lainnya.
Hal itu diungkapkan Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee, yang menegaskan bahwa tujuan perusahaan bukan hanya sekadar ekspansi, melainkan untuk secara aktif mendukung perjalanan Indonesia menuju pusat digital yang tangguh bagi ekonomi ASEAN.
“Equinix mengidentifikasi adanya lonjakan kebutuhan akan infrastruktur berdensitas tinggi yang siap AI. Jika dulu pusat data cukup dengan daya 2-5 kilowatt per kabinet, kini untuk mendukung komputasi AI modern, kebutuhannya bisa melonjak hingga di atas 10 kilowatt, bahkan mencapai 30 kilowatt atau lebih untuk model-model AI raksasa (gigantic AI),” ia mengatakan yang dikutip dari siaran pers.
Baca Juga: Adopsi Teknologi AI, Antara Efisiensi dan Bahaya
Kepercayaan ini diwujudkan dengan investasi besar-besaran melalui peluncuran pusat data pertama mereka di Jakarta, JK1, yang merupakan fasilitas canggih dengan investasi mencapai USD74 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. JK1 dirancang khusus untuk mendukung beban kerja kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru, menandai titik penting di mana Indonesia tidak lagi menjadi pengikut, tetapi pemain aktif dalam transformasi AI global.
“Dengan populasi besar, penetrasi internet yang terus meningkat, serta ekosistem startup yang berkembang pesat, Indonesia menjadi salah satu pasar utama di Asia Tenggara untuk transformasi digital. Peran ini tidak hanya sebatas sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang dan pengadopsi solusi berbasis AI yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing global.
Equinix juga memperkenalkan layanan baru bernama Fabric Intelligence, yang menghubungkan empat ekosistem sekaligus (jaringan, server, inference global, dan observabilitas) untuk memudahkan integrasi data bisnis dan penerapan agen AI canggih dari klien terkemuka seperti ChatGPT dan Claude. Melalui kolaborasi strategis dengan HPE dan AGIT, Equinix juga menghadirkan solusi private cloud AI, yang memungkinkan perusahaan di sektor keuangan, manufaktur, dan energi untuk mengadopsi AI secara aman dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada cloud publi
“Menyadari tren ini, JK1 dirancang dengan spesifikasi yang mumpuni: pada fase pertama berkapasitas 550 kabinet dengan daya 2,4 megawatt, dan saat ini tengah memasuki fase kedua dengan target penambahan 1.100 kabinet, serta menyiapkan dukungan pendingin cair langsung ke chip (liquid cooling direct-to-chip) sebuah teknologi penting untuk mendinginkan prosesor AI berkinerja tinggi yang menghasilkan panas luar biasa,” ia menjelaskan.
