Amalan di Hari Arafah, Capai Puncak Spiritualitas dan Ketahanan Iman

Pasangan Muslim tengah berdoa bersama. (1)

ASIAWORLDVIEW – Hari Arafah yang bertepatan dengan Selasa, (26/5/2026), inti dan ruh dari seluruh rangkaian ibadah haji sekaligus salah satu hari paling mulia dalam Islam. Untuk jemaah haji, tanggal 9 Dzulhijjah adalah waktu pelaksanaan wukuf, yaitu berdiam diri di Padang Arafah dengan penuh kesadaran sebagai puncak ibadah haji yang menentukan sah atau tidaknya haji seseorang.

Wukuf secara bahasa berarti berhenti, bukan sekadar ritual fisik berpindah tempat, melainkan perjalanan spiritual menuju titik nol kemanusiaan. Di sanalah jemaah melepaskan atribut duniawi untuk bersimpuh memohon ampunan, mengingatkan manusia bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah SWT.

Di Arafah, jemaah mendengarkan khutbah wukuf, melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak takdim, kemudian mengisi waktu hingga matahari terbenam dengan memperbanyak zikir, doa, istighfar, serta kalimat thayyibah dalam kondisi masih berihram.

Baca Juga: Makna Hari Tarwiyah dan Arafah bagi Umat Islam

Umat Islam melaksanakan ibadah salat.
Umat Islam melaksanakan ibadah salat.

Keutamaan Hari Arafah tidak hanya terbatas pada jemaah haji yang sedang wukuf. Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, Allah SWT membuka pintu rahmat seluas-luasnya, terutama melalui puasa sunnah Arafah.

Betapa besar kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, yaitu hanya dengan satu hari berpuasa, Allah menjanjikan penghapusan dosa untuk periode dua tahun. Penghapusan dosa yang dimaksud dalam hadis ini merujuk pada dosa-dosa kecil (shagha’ir), sementara dosa-dosa besar (kaba’ir), seperti syirik, zina, atau meninggalkan salat, tetap memerlukan taubat nasuha, yaitu pertaubatan yang sungguh-sungguh dengan menyesali perbuatan, berhenti dari dosa, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi latihan untuk menumbuhkan empati, mendidik jiwa agar lebih dekat kepada Allah SWT, serta menghadirkan jeda untuk merenung di tengah kehidupan modern yang serba cepat. Saat ini juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak salawat dan dzikir.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan dzikir utama pada hari Arafah, yaitu memperbanyak kalimat tauhid. Bacaan yang sangat dianjurkan adalah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāh, wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr. 

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Allah SWT membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka dibanding hari-hari lainnya. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan seseorang dari neraka melebihi hari Arafah. Sesungguhnya Allah akan mendekati mereka lalu akan menampakkan (membanggakan) keutamaan mereka pada para malaikat, kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang mereka inginkan?'”

Ini menjadi waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Jika dipanjatkan dengan penuh kesungguhan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan segala keutamaan yang agung ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengisi Hari Arafah dengan berbagai amalan utama, yaitu puasa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan terutama sekali doa untuk memohon ampunan serta perlindungan dari siksa neraka.

Berdasarkan riwayat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, Rasulullah SAW menyatakan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Oleh karena itu, disunnahkan untuk memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam.

Hari Arafah adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amal saleh lainnya. Memohon ampunan (istigfar), membaca Al-Qur’an, dan bersedekah akan semakin melipatgandakan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *