ASIAWORLDVIEW – Anak sering kali tidak segera minum karena belum merasa haus, padahal tubuh tetap membutuhkan cairan secara terus-menerus untuk menjaga fungsi vital. Rasa haus sebenarnya merupakan sinyal yang muncul ketika tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan, sehingga menunggu haus untuk minum bisa membuat tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K) menjelaskan air berperan penting dalam mendukung fungsi metabolisme, membantu proses pencernaan, penyerapan nutrisi, serta pembuangan zat sisa. Selain itu, cairan juga berfungsi dalam pengaturan suhu tubuh agar tetap stabil, terutama saat anak beraktivitas fisik atau berada di lingkungan panas.
“Kebiasaan minum harus ditekankan pada anak-anak. Biasakan untuk membawa bekal air minum dan sering-sering minum. Apalagi di tengah cuaca panas ekstrem seperti saat ini,” kata dia.
Baca Juga: Permainan Tradisional Bikin Anak Jadi Lebih Kreatif
Orangtua juga harus membiasakan anak minum air hangat membantu membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Air hangat lebih mudah diterima tubuh, terutama bagi sistem pencernaan, serta dapat mendukung sirkulasi dan metabolisme.
“Membiasakan anak minum air hangat secara teratur, mereka tidak hanya terhindar dari risiko dehidrasi, tetapi juga belajar untuk tidak mudah terpengaruh oleh iklan minuman dingin yang sering kali lebih menarik secara visual namun kurang sehat,” ia menambahkan.
Kebiasaan ini juga menanamkan nilai penting bahwa kebutuhan cairan tubuh harus dipenuhi dengan cara yang sederhana dan alami, bukan sekadar mengikuti tren konsumsi.
“Penting bagi anak untuk dibiasakan minum secara teratur meskipun belum merasa haus, agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga dan kesehatan optimal dapat dipertahankan,” ia menambahkan.
