Kelihatan Berdiri, Tapi Duduk: Konsep Mobil Kaca Prabowo

Mobil kaca Prabowo

ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto untuk dibuatkan “mobil kaca” sebagai kendaraan kepresidenan yang lebih transparan adalah inisiatif unik yang menggabungkan aspek pragmatis dengan kebutuhan simbolis akan kedekatan dengan rakyat. Ide ini tidak muncul tanpa sebab, melainkan karena pertimbangan matang yang disampaikan langsung Prabowo dalam sebuah acara resmi dan kemudian menjadi perbincangan hangat di berbagai lapisan masyarakat.

Gagasan “mobil kaca” ini pertama kali disampaikan Prabowo secara spontan saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo secara terbuka mengungkapkan rasa lelahnya setelah bertahun-tahun harus berdiri di atas mobil untuk menyapa masyarakat saat kunjungan kerja. Ia menggambarkan bahwa di banyak daerah, antusiasme warga yang memadati pinggir jalan membuatnya terpaksa berdiri dari jendela atap (sunroof) mobil Maung Garuda miliknya agar bisa melambaikan tangan dan sesekali bersalaman. Kebiasaan ini, meskipun merupakan bentuk penghormatan terhadap antusiasme rakyat, ternyata cukup menguras tenaga, terutama di usianya yang sudah menginjak 75 tahun.

Dengan nada guyon namun tegas, Prabowo bahkan menceritakan dampak fisik dari kegiatan ini, seperti tangannya yang terasa sakit setelah berjabat tangan dengan banyak warga.

Baca Juga: Selama KTT ASEAN ke-48, Prabowo Gunakan Mobil Maung Buatan Anak Bangsa

“Tapi aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya tuh keras-keras. Habis dua-tiga kali kunjungan, waduh harus pakai minyak khusus aku,” kelakarnya, yang disambut dengan gelak tawa.

Inti dari permintaan Prabowo kepada PT Pindad bukanlah mobil yang seluruhnya terbuat dari kaca biasa, melainkan kendaraan khusus dengan kaca transparan yang luas, yang memungkinkannya untuk tetap terlihat oleh masyarakat tanpa harus memaksakan diri berdiri terus-menerus. Ia secara gamblang meminta, “Coba didesain mobil khusus untuk presiden pakai kaca gitu, yang ada kursi tapi kelihatan aku berdiri gitu lho”.

Ini adalah sebuah kendaraan yang dirancang secara ergonomis agar Prabowo dapat duduk dengan nyaman di dalamnya. Namun dari luar tetap terlihat seperti berdiri, mempertahankan kedekatan dan keterbukaan yang dinantikan masyarakat.

Tantangan terbesar ada di pundak PT Pindad. Perusahaan plat merah ini dituntut untuk “memutar otak” menggabungkan desain dengan kaca luas dan standar keamanan balistik VVIP (Very Very Important Person) yang sangat tinggi. Saat ini, mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda buatan Pindad yang sering digunakan Prabowo memiliki kaca anti peluru level B5/B6, yang mampu menahan serangan senjata api kaliber 5,56mm dan 7,62mm. Luasnya area kaca pada mobil baru akan menjadi tantangan besar, karena setiap inci kaca adalah titik rawan yang harus memiliki tingkat perlindungan yang sama dengan bodi kendaraan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *