Distribusi BBM dan LPG Andalkan Jalur Laut ke Seluruh Nusantara

Kapal tanker Pertamina.

ASIAWORLDVIEW – Sistem pelayaran atau shipping menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas energi Indonesia sebagai negara kepulauan. Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa jalur laut berfungsi sebagai “virtual pipeline” yang memastikan distribusi BBM dan LPG dari kilang hingga ke terminal dan titik serah berjalan aman, tepat waktu, dan merata di seluruh wilayah, termasuk daerah 3T.

Hal itu diungkapkan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun. Menurutnya, shipping menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas energi nasional.

“Ketika sistem shipping atau pelayaran berjalan optimal, tutur dia melanjutkan, masyarakat tidak merasakan dampaknya,” sebutnya, dikutip dari siaran pers, Senin (4/5/2026).

Namun, ketika terjadi gangguan, efeknya langsung terasa terhadap ketersediaan energi dan aktivitas ekonomi. Lebih dari 90% perdagangan dunia berlangsung melalui jalur laut, menjadikan sektor maritim sebagai tulang punggung logistik global. Bagi Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, konektivitas laut bukan sekadar penting, melainkan fondasi utama untuk memastikan energi tersalurkan secara merata.

Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bagaimana Nasibnya?

Sistem pelayaran merupakan infrastruktur yang tidak kasat mata, namun memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional. Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG dari kilang hingga terminal dan titik serah bergantung pada keandalan sistem ini agar energi dapat diterima masyarakat secara merata.

“Lebih dari sekadar moda transportasi, shipping merupakan invisible infrastructure yang menopang distribusi energi nasional. Dalam karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, keandalan sistem ini menjadi kunci agar energi dapat diakses secara merata, termasuk di wilayah 3T,” ujar Roberth.

Pertamina Patra Niaga memanfaatkan shipping sebagai virtual pipeline, mengalirkan BBM dan LPG ke seluruh penjuru negeri melalui jalur laut maupun sungai. Dengan sistem ini, energi dapat didistribusikan secara aman dan berkesinambungan, bahkan ke wilayah terpencil, sehingga stabilitas energi nasional tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *