ASIAWORLDVIEW – NFT (Non-Fungible Token) adalah aset digital unik di blockchain yang berfungsi sebagai sertifikat kepemilikan atas suatu karya atau barang. Setiap tokennya tidak dapat dipertukarkan satu sama lain karena memiliki kode identifikasi dan metadata yang berbeda.
Gary Vaynerchuk, seorang tokoh berpengaruh di industri ini, menyoroti antusiasme yang berkelanjutan untuk membangun proyek NFT Veefriends dan mengoleksi barang koleksi digital lainnya.
Ia mencatat bahwa ekspansi pesat pasar NFT didukung oleh meningkatnya permintaan akan barang-barang analog dan keterlibatan komunitas daring, khususnya karena kecerdasan buatan mendorong minat baru pada barang koleksi termasuk karakter fiksi vintage.
Baca Juga: Piringan Hitam Bonus NFT, Koleksi Musik Masa Depan
Pasar NFT sempat mengalami masa sulit—kapitalisasi pasar total anjlok dari puncak. Sebelumnya 17 miliar pada 2022, akhirnya turun menjadi 2,4 miliar oada 2024.
Industri telah bergeser dari sekadar koleksi gambar spekulatif (PFP) menuju NFT berbasis utilitas nyata. Token digunakan untuk tiket konser, akses keanggotaan eksklusif, item dalam game, hingga sertifikat kepemilikan aset dunia nyata (Real World Assets).
Pergeseran fundamental inilah yang membuat NFT tetap relevan. Bukan lagi tentang membeli “gambar monyet” mahal, melainkan tentang kepemilikan digital yang terverifikasi dan fungsional dalam ekosistem Web3 yang terus berkembang.
