ASIAWORLDVIEW – Apoteker farmasi nuklir di Indonesia merupakan tenaga profesional yang sangat spesifik, bertugas mengelola dan memastikan keamanan penggunaan bahan radioaktif untuk keperluan medis, terutama dalam kedokteran nuklir. Keberadaan mereka masih sangat terbatas, namun menjadi kunci dalam mendukung layanan diagnostik dan terapi berbasis radiasi.
Kolaborasi antara PT Global Onkolab Farma dan Universitas Padjadjaran dalam mencetak apoteker farmasi nuklir yang unggul menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan berbasis teknologi tinggi. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pada penerapan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri farmasi nuklir di Indonesia.
“GOF menyambut baik kemitraan strategis dengan UNPAD dalam pengembangan akademis untuk profesi apoteker spesialis farmasi nuklir. Kami berharap kerja sama ini dapat untuk mendukung pengembangan teknologi, diagnosis, dan pengobatan kanker, sehingga para pasien kanker bisa mendapatkan pelayanan secara optimal,” jelas Liliana Susilowati, Komisaris PT Global Onkolab Farma, dikutip dari siaran pers, Jumat (1/5/2026).
Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi pionir dengan membuka Program Studi Spesialis Farmasi Nuklir (Sp.FN) berdurasi dua tahun, yang menggabungkan ilmu farmasi dengan teknologi nuklir. Keterbatasan jumlah tenaga ini menjadi tantangan, namun sekaligus membuka prospek besar karena kebutuhan layanan kedokteran nuklir terus meningkat.
Baca Juga: Strategi Darya-Varia: Fokus Inovasi dan Efisiensi, Cepat Beradaptasi dengan Pasar
Dukungan riset, pendidikan, dan pelatihan yang terintegrasi, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga profesional yang memiliki keahlian mendalam, standar internasional, serta siap menghadapi tantangan global dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesehatan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen kedua institusi dalam mendukung inovasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tanah air.
“Kalbe Group dan GOF adalah mitra strategis dalam menciptakan societal impact atau dampak sosial nyata dalam pengembangan teknologi kesehatan yang inovatif bagi industri, akademisi, mahasiswa, dan pasien. Kami berharap mahasiswa UNPAD yang kami kirimkan ke GOF untuk internship juga Kami berharap para mahasiswa UNPAD yang magang di sana bisa belajar banyak sekaligus memberi kontribusi nyata bagi industri bisa memberikan kontribusi yang berdampak,” papar Dekan Fakultas Farmasi UNPAD, Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, S.Si., Apt., Ph.D.
Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan diagnostik serta terapi kanker, apoteker farmasi nuklir diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan berbasis teknologi tinggi. Selain itu, menjadikan Indonesia lebih siap bersaing di tingkat regional.
