ASIAWORLDVIEW – Perempuan Indonesia memiliki hak fundamental untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Hak ini bukan sekadar kebutuhan individu, tetapi juga merupakan pilar penting bagi pembangunan bangsa.
Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, menekankan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Ia mengungkapkan bahwa perempuan bukan hanya sebagai penjaga keluarga, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.
“Mendidik dan memberdayakan perempuan berarti memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” sebutnya dalam konferensi pers SPRIN, Selamatkan Perempuan Indonesia, national Summit 2026, Selasa (21/4/2026).
Dalam kerangka pembangunan keluarga, kesehatan perempuan memiliki peran fundamental. Seorang ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat, sehingga membentuk fondasi bagi lahirnya generasi emas. Kesehatan perempuan bukan hanya menyangkut kondisi fisik saat melahirkan, tetapi juga mencakup kesiapan mental, gizi yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
Baca Juga: Fadli Zon: Emansipasi Kartini Jadi Fondasi Peran Perempuan dalam Pembangunan
“Pendidikan bukan hanya membuka akses terhadap pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran kritis dan kemandirian, sehingga perempuan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ia menjelaskan.
Investasi pada kesehatan perempuan berarti investasi pada masa depan bangsa, karena kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh kondisi ibu yang melahirkan mereka. Ketika perempuan sehat, keluarga menjadi kuat, dan dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang produktif serta berdaya saing tinggi.
Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) dengan subtema “Didiklah dia (perempuan)” menegaskan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Perempuan yang terdidik akan memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatan, mengelola keluarga, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Gerakan SPRIN hadir untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa menyelamatkan perempuan sama artinya dengan menyelamatkan masa depan bangsa. Pesan ini menjadi panggilan nyata agar masyarakat, pemerintah, dan institusi bersama-sama mendukung perempuan Indonesia dalam memperoleh hak, pendidikan, serta perlindungan yang layak,” ia menambahkan.
“Dengan mendidik perempuan, kita sesungguhnya sedang menanam investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Gerakan ini menekankan bahwa menyelamatkan perempuan berarti menyelamatkan masa depan bangsa, khususnya demi Indonesia Emas,” pungkasnya.
