ASIAWORLDVIEW – Nuanu Creative City menghadirkan Music Residency sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan musisi global dengan musisi Indonesia dalam satu ruang kreatif. Program ini dirancang untuk menciptakan pertukaran ide, pengalaman, dan budaya musik lintas negara, sehingga menghasilkan karya yang lebih kaya dan beragam.
“Nuanu Creative City dibangun sebagai ruang di mana kreativitas tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diciptakan, dikolaborasikan, dan dibagikan,” sebut Ida Ayu Astari Prada, Brand and Communications Director Nuanu, dikutip dari siaran pers, Kamis (9/4/2026).
Nuanu Music Residency menandai peluncuran format baru yang bersifat berkelanjutan—sebuah platform yang dirancang untuk mempertemukan artis, produser, dan penulis lagu dari Indonesia dan berbagai negara di Bali. Inisiatif ini dikembangkan sebagai program jangka panjang yang terus berkembang.
“Music Residency ini mencerminkan secara langsung makna ‘Creative City’ bagi kami—sebagai tempat di mana seniman internasional dan Indonesia dapat bertemu, bertukar ide, dan menciptakan karya baru bersama,” ia menambahkan.
Baca Jguga: Bali Jadi Transit Hub Internasional di Tengah Konflik Timur Tengah
Setiap edisi menjadi bagian dari rangkaian residency yang lebih luas, memungkinkan Nuanu untuk secara konsisten menghadirkan talenta baru, Selain itu, membangun momentum kultural, serta mendorong kolaborasi musik lintas negara secara berkelanjutan.
Program ini dirancang untuk mendukung keseluruhan proses kreatif, mulai dari sesi penulisan lagu, makan malam bersama para artis, hingga masterclass dan berbagai aktivitas lainnya. Hal ini membuka kesempatan bagi publik, baik secara daring maupun langsung di Nuanu, untuk melihat proses terciptanya musik secara lebih dekat.
Melalui residensi ini, para musisi tidak hanya berkesempatan untuk berkolaborasi dalam proses penciptaan musik, tetapi juga membangun jejaring internasional yang memperkuat posisi Indonesia di kancah musik dunia. Kehadiran Music Residency di Nuanu Creative City menjadi simbol komitmen untuk mendukung ekosistem kreatif yang inklusif, progresif, dan mampu menjembatani perbedaan budaya melalui bahasa universal musik.
Tenxi, rapper dan produser di balik lagu viral “Garam & Madu”, membagikan pengalamannya, “Menjadi bagian dari Nuanu Music Residency ini adalah kesempatan yang jarang, karena kami benar-benar membuat musik bersama selama satu minggu di lingkungan seperti ini. Bodega punya pendekatan yang berbeda—dan berada di tengah energi seperti ini sangat mendorong kreativitas.”
