ASIAWORLDVIEW – Non-Fungible Token atau NFT games masih bisa bertahan di tengah pasar kripto yang lesu. Hal itu karena mereka menawarkan nilai tambah berupa utilitas dan pengalaman bermain, bukan sekadar aset spekulatif.
Berbeda dengan koleksi NFT foto profil yang hanya bergantung pada kelangkaan, NFT games mengintegrasikan token ke dalam ekosistem permainan sehingga pemain mendapatkan manfaat nyata. Misalnya, kepemilikan aset digital, peluang menghasilkan pendapatan (play-to-earn), dan interaksi komunitas yang lebih aktif.
Sektor game menawarkan contoh paling jelas tentang apa yang terjadi ketika spekulasi mengalahkan nilai guna. Model Play-to-Earn seperti Axie Infinity bergantung pada arus masuk pemain baru yang terus-menerus untuk menopang harga token. Begitu pertumbuhan terhenti, seluruh struktur ekonomi pun runtuh. Imbalan berubah menjadi emisi, emisi berubah menjadi tekanan jual, dan ekonomi dalam game pun ambruk.
Baca Juga: ANOME Resmi Debut di Token2049 Singapura, Bawa Inovasi GameFi dan NFTF
Anton Efimenko, salah satu pendiri 8Blocks, mengidentifikasi kelemahan struktural ini: model-model awal mencoba memonetisasi gameplay sebelum membangun permintaan yang sesungguhnya. Industri ini kini beralih ke apa yang banyak disebut Play-to-Own, di mana NFT berfungsi sebagai lapisan kepemilikan dalam sebuah game, bukan sebagai instrumen penghasil imbal hasil. Ini adalah pergeseran yang halus namun penting. Pemain memiliki aset yang memiliki makna di dalam dunia game, bukan sekadar memegang token yang tujuan utamanya adalah dijual kepada peserta berikutnya.
Transisi ini penting karena menyelaraskan insentif. Ketika pemain menghabiskan uang untuk meningkatkan pengalaman mereka daripada untuk mendapatkan keuntungan finansial, model ekonomi menjadi berkelanjutan. Risikonya, tentu saja, adalah bahwa membangun game yang benar-benar menarik membutuhkan waktu bertahun-tahun, sementara kesabaran investor kripto terkenal sangat pendek.
Selain itu, game berbasis NFT sering kali memiliki ekonomi internal yang berkelanjutan, di mana item, karakter, atau tanah virtual dapat diperdagangkan dan digunakan kembali, sehingga menciptakan siklus nilai yang lebih stabil.
NFT games lebih tahan terhadap fluktuasi pasar kripto, karena mereka tidak hanya bergantung pada hype, melainkan juga pada engagement pemain dan ekosistem game yang terus berkembang.
