Waspada Post Holiday Blues Usai Libur Lebaran bagi Anak

Anak-anak SD tengah bermain.

ASIAWORLDVIEWLebaran telah usai, saatnya kembali ke aktivitas seperti sedia kala. Waspada dengan Post Holiday Blues (PHB), kondisi emosional yang muncul setelah seseorang kembali dari liburan atau masa libur panjang ke rutinitas sehari-hari.

Banyak orang merasakan perasaan sedih, kehilangan motivasi hingga sulit berkonsentrasi. Alhasil kelelahan mental ketika harus kembali menghadapi tanggung jawab pekerjaan atau aktivitas rutin.

Kondisi ini ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat dirasakan oleh anak-anak. Setelah masa liburan berakhir, anak-anak sering mengalami perubahan suasana hati karena harus kembali ke rutinitas sekolah, belajar, dan aktivitas harian yang lebih terstruktur, mengutip Health, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Post-Holiday Blues, Alami Stres saat Kembali Beraktivitas Pasca Liburan

Gejala ini sering disertai dengan keinginan untuk terus “melarikan diri” dari kewajiban, karena suasana santai dan menyenangkan saat liburan terasa jauh lebih menarik dibandingkan rutinitas yang penuh tekanan. Walaupun PHB bukanlah masalah kesehatan mental yang serius, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup apabila berlangsung terlalu lama.

Mereka bisa merasa sedih, kehilangan semangat, sulit berkonsentrasi. Bahkan menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental. Hal ini biasanya muncul karena perbedaan besar antara suasana liburan yang penuh kebebasan, permainan, dan kesenangan, dengan rutinitas sekolah yang menuntut disiplin serta tanggung jawab

Jika tidak ditangani dengan baik, PHB pada anak dapat memengaruhi motivasi belajar dan interaksi sosial mereka. Penting bagi orang tua untuk membantu anak beradaptasi secara perlahan, misalnya dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Selain itu, memberikan waktu istirahat yang cukup, serta mendukung anak melalui aktivitas positif agar transisi dari liburan ke rutinitas sekolah terasa lebih ringan. Jadi, tidak menimbulkan tekanan berlebihan.