ASIAWORLDVIEW – Bitcoin berhasil menunjukkan ketahanannya meskipun pasar kripto tengah dilanda gejolak. Di tengah tekanan dari likuidasi besar, arus keluar dana dari ETF spot, serta ketidakpastian geopolitik, harga Bitcoin tetap mampu bertahan dan tidak jatuh terlalu dalam.
“Kondisi ini mendorong meningkatnya perhatian investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai di tengah gejolak pasar,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma dikutip Asiaworldview, Jumat (26/3/026).
Hal ini mencerminkan peran Bitcoin sebagai aset kripto utama yang masih menjadi acuan bagi pasar secara keseluruhan. Ketahanan tersebut juga memperlihatkan bahwa meski volatilitas tinggi terus membayangi.
Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil, Premi Opsi Tetap Membengkak
Dia menjelaskan bahwa kinerja kuat Bitcoin saat krisis bukanlah fenomena baru, melainkan pola yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan kali pertama Bitcoin menghadapi masalah. Misalnya pada krisis pandemi COVID-19, ketegangan AS – Iran 2020, hingga konflik Rusia-Ukraina.
Bitcoin tetap memiliki daya tarik sebagai instrumen, jelasnya, investasi jangka panjang yang dipercaya banyak pelaku pasar.
“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Bitcoin memiliki fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai,” ia menambahkan.
