Kasus Campak di Indonesia Melonjak, Tertinggi Kedua di Dunia

Tenaga medis tengah memeriksa pasien.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Kasus campak saat ini menjadi perhatian serius oleh Kementerian Kesehatan karena jumlahnya terus meningkat. Data menunjukkan bahwa hingga minggu ketujuh tahun 2026 tercatat lebih dari 8.200 kasus suspek, dengan ratusan kasus terkonfirmasi laboratorium dan beberapa kematian.

Lonjakan ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus campak tertinggi kedua di dunia setelah Yaman. Penyebab utama meningkatnya kasus adalah menurunnya cakupan imunisasi campak-rubela, sehingga banyak anak tidak terlindungi dari penyakit yang sangat menular ini.

Selain itu, beberapa daerah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menandakan adanya klaster penularan baru. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan, memperluas kampanye imunisasi, dan memperkuat sistem deteksi dini agar penyebaran campak dapat ditekan, mengutip riset kesehatan Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: Tips Pilih Sabun Melembutkan dan Menghidrasi Kulit

Mencegah campak terutama dilakukan melalui imunisasi campak-rubela (MR) yang terbukti efektif menekan penularan dan mencegah komplikasi serius. Imunisasi diberikan sejak anak berusia 9 bulan, dilanjutkan dengan vaksin MMR pada usia 12 hingga 18 bulan, dan diulang lagi pada usia 5–7 tahun.

Pada orang dewasa yang belum pernah divaksin, imunisasi tetap bisa dilakukan sebanyak dua dosis dengan jarak 28 hari. Selain vaksinasi, pencegahan juga mencakup menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan penderita campak, serta meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola makan sehat dan istirahat cukup.

Langkah-langkah ini penting karena campak sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin, sehingga perlindungan sejak dini menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi anak dan masyarakat.