ASIAWORLDVIEW – Raksasa elektronik China, Goertek, akan menggandakan produksi pesawat tanpa awak (UAV) di Vietnam menjadi 60.000 unit per tahun, menurut sebuah laporan proyek baru-baru ini, dikutip Channel News Asia, baru-baru ini.
Goertek Technology Vina Company Limited, anak perusahaan Goertek di provinsi utara Vietnam, Bac Ninh, sedang mencari izin dari pihak berwenang Vietnam untuk melakukan hal tersebut, sebagai bagian dari investasi senilai USD565,7 juta di sana.
Goertek mulai memproduksi UAV, di bawah merek Wing 7000 W-B Block 2, mulai Juni 2023 dengan kapasitas tahunan sebesar 30.000 unit. Menurut laporan proyek, perusahaan ini bertujuan untuk menambah empat lini produksi untuk memproduksi 30.000 UAV dengan merek Wing / 7000 WB MP3, sehingga meningkatkan total produksi UAV menjadi 60.000 unit.
Goertek juga berupaya untuk menambahkan 31.000 komponen UAV, termasuk pengisi daya, pengontrol baterai, pembaca peta, pengontrol, dan perangkat penstabil, ke dalam produksinya.
Secara keseluruhan, proyek ini akan mencapai kapasitas tahunan sebesar 1,1 miliar item, termasuk headphone, headset virtual reality (VR), perangkat augmented reality (AR), pengeras suara, kamera, kamera terbang (drone-flycam), perakitan papan sirkuit tercetak (printed circuit board assembly/PCBA), pengisi daya, kunci pintar, dan komponen konsol game.
Proyek ini akan mempekerjakan 60.470 orang untuk semua produksi, termasuk 3.640 orang di bagian A yang diperuntukkan bagi produksi UAV. Goertek Technology Vina telah berinvestasi di provinsi Bac Ninh sejak Januari 2019 dan menerima sertifikat registrasi investasi terbaru, penyesuaian ke-15, pada November 2024.
