Air Banjir Mengandung Penyakit, Begini Cara Lindungi Kulit dari Infeksi

Banjir yang menerjang

ASIAWORLDVIEW – Air banjir umumnya tercemar oleh berbagai mikroorganisme berbahaya. Misalnya, bakteri, jamur, dan virus, serta zat kimia dari limbah rumah tangga maupun industri.

Paparan dalam waktu lama dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga memudahkan kuman masuk dan memicu berbagai gangguan, mulai dari dermatitis kontak, infeksi jamur, bisul, hingga selulitis. Menjaga kebersihan tubuh menjadi langkah utama yang tidak boleh diabaikan.

Asiaworldview mengutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (25/1/2026), pencegahan penyakit kulit saat banjir merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan. Setiap kali selesai beraktivitas atau terpapar air banjir, kulit perlu segera dibersihkan menggunakan air bersih dan sabun, idealnya sabun antiseptik, untuk mengurangi jumlah kuman yang menempel.

Setelah itu, tubuh harus dikeringkan dengan handuk bersih, terutama di area lipatan kulit seperti sela jari, ketiak, dan selangkangan yang rentan lembap dan menjadi tempat berkembangnya jamur.

Baca Juga: Jakarta Terendam Banjir, Waspada Risiko Kesehatan

Selain kebersihan, penggunaan alat pelindung diri juga berperan besar dalam pencegahan penyakit kulit. Sepatu bot karet, sarung tangan, dan pakaian berlengan panjang dapat meminimalkan kontak langsung antara kulit dan air banjir yang kotor.

Pakaian yang basah sebaiknya segera diganti dengan yang kering dan bersih untuk mencegah iritasi serta infeksi akibat kondisi lembap yang berkepanjangan. Menjaga kesehatan kulit juga dapat dilakukan dengan menggunakan pelembap atau lotion setelah membersihkan tubuh, karena kulit yang terlalu kering atau iritasi lebih mudah mengalami luka dan infeksi.

Jika terdapat luka kecil, lecet, atau goresan, luka tersebut harus segera dibersihkan, diberi antiseptik, dan ditutup dengan perban agar tidak menjadi pintu masuk kuman.

Di samping perawatan kulit dari luar, menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang seimbang dan cukup cairan juga penting untuk membantu tubuh melawan infeksi. Menghindari berendam terlalu lama di air banjir dan membatasi paparan jika tidak benar-benar diperlukan dapat mengurangi risiko gangguan kulit.

Apabila muncul gejala seperti gatal hebat, ruam yang meluas, kemerahan, nyeri, atau luka bernanah, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera diperiksakan ke tenaga kesehatan. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah penyakit kulit berkembang menjadi infeksi yang lebih berat dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.