ASIAWORLDVIEW – Makanan pedas memang memberikan sensasi nikmat dan dapat meningkatkan selera makan. Apalagi makanan di Indonesia, banyak hadir dengan cita rasa pedas tersebut. Misalnya, seblak dari Bandung atau dendeng balado dari Padang. Bahkan, banyak orang yang merasa tak puas jika makan tanpa sambal.
Jika dikonsumsi secara berlebihan justru berbahaya bagi kesehatan. Kandungan capsaicin pada cabai dapat memicu iritasi pada lambung, meningkatkan produksi asam lambung, serta menimbulkan rasa perih atau mulas.
Ahli Gizi Mochammad Rizal menjelaskan dalam sebuah acara di Jakarta, konsumsi makanan pedas berlebihan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, hingga memperburuk kondisi bagi penderita maag atau gastritis. Selain itu, kebiasaan makan terlalu pedas dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan tekanan darah.
“Bagi yang suka makanan pedas, pelu diperhatikan. Penting untuk menikmati makanan pedas dalam batas wajar agar tetap mendapatkan manfaat tanpa menimbulkan efek negatif bagi tubuh,” ia mengatakan.
Baca Juga: Cegah Super Flu dengan Imunitas Kuat, Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Ia menyarankan untuk tidak makan pedas saat lambung dalam keadaan kosong total, seperti saat baru bangun tidur atau langsung menyantap sambal saat berbuka puasa tanpa didahului makanan lain.
“Jangan konsumsi makan pedas terlalu dekat dengan waktu tidur atau saat menghadapi acara krusial-seperti pertandingan maraton, sepak bola, atau bahkan hari pernikahan. Hal ini untuk mencegah gangguan lambung yang dapat mengganggu performa atau kelancaran acara tersebut,” ia menambahkan.
Secara fisiologis, jelasnya, tubuh merespon pedas dengan meningkatkan suhu tubuh, denyut jantung sedikit meningkat, dan keluarnya keringat. Namun, intensitas respon ini sangat bergantung pada genetik, kebiasaan, dan kondisi saluran pencernaan masing-masing individu.
“Tidak semua orang cocok dengan makanan pedas. Jika muncul gejala seperti diare, heartburn (sensasi terbakar di dada), atau sakit mulas, itu pertanda tubuh tidak menoleransi pedas dengan baik,” pungkasnya.
