Menteri UMKM Tekankan Pentingnya BHR bagi Mitra Pengemudi Ojek Online

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman

ASIAWORLDVIEW – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong perusahaan transportasi berbasis digital atau aplikator untuk kembali memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra pengemudi ojek daring. Menurutnya, pemberian BHR merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan nyata terhadap para pengemudi yang menjadi tulang punggung layanan transportasi online.

“Bonus ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi pengemudi menjelang hari raya, tetapi juga memperkuat hubungan kemitraan antara aplikator dan mitra Grab,” sebut Menteri Maman dalam acara Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak, Selasa (13/1/2026).

Menteri UMKM menilai, BHR selain berfungsi sebagai tambahan pendapatan bagi mitra pengemudi, juga menjadi perekat hubungan baik antara perusahaan dan mitra. BHR pertama kali dikenalkan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan No. M/3/HK.04.00/III/2025 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2025 bagi Pengemudi dan Kurir pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi yang diterbitkan pada Maret 2025.

Baca Juga: Menteri Maman: UMKM Beromzet di Bawah Rp500 Juta Bebas Pajak

“BHR diharapkan kesejahteraan pengemudi meningkat, motivasi kerja tetap terjaga, serta tercipta ekosistem transportasi digital yang lebih berkelanjutan dan adil,” ia menambahkan.

Menteri Maman mendukung kesehateraan pengemudi ojek online. Ia menghadiri acara Grab untuk Indonesia: Dukungan untuk Mitra Pengemudi dalam 3 Babak merupakan inisiatif yang dirancang untuk memperkuat kesejahteraan dan keberlanjutan kerja para mitra pengemudi. Program ini dibagi ke dalam tiga tahap utama yang saling melengkapi.

Pertama, dukungan finansial berupa insentif dan program bantuan yang membantu pengemudi menghadapi kebutuhan sehari-hari serta momen khusus seperti hari raya. Kedua, dukungan non-finansial melalui pelatihan, edukasi, dan peningkatan keterampilan agar mitra pengemudi dapat berkembang tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai individu yang memiliki peluang usaha lebih luas. Ketiga, dukungan sosial berupa kegiatan komunitas, kesehatan, dan perlindungan kerja yang memastikan mitra pengemudi merasa dihargai dan dilibatkan dalam ekosistem Grab.