ASIAWORLDVIEW – Masalah kesehatan gigi dan mulut banyak dialami masyarakat Indonesia, baik orang dewasa maupun anak kecil. Ketidakharmonisan susunan gigi atau maloklusi, gigi berlubang pada anak maupun dewasa, serta rendahnya kebiasaan perawatan gigi secara preventif dan rutin merupakan masalah kesehatan mulut yang cukup sering ditemui. Hal itu diungkapkan drg. Yulita Bong.
“Sepanjang tahun 2025, terdapat tiga masalah kesehatan gigi yang paling sering dialami oleh keluarga di Indonesia berdasarkan data praktik klinis,” ia mengatakan.
Maloklusi dapat memengaruhi fungsi mengunyah, estetika, hingga kepercayaan diri seseorang, sementara gigi berlubang berisiko menimbulkan rasa sakit, infeksi, bahkan gangguan pada kualitas hidup.
Baca Juga: Pakar Kesehatan: Kesadaran Kesehatan Gusi di Indonesia Masih Rendah
Sayangnya, kebiasaan menjaga kesehatan gigi melalui pemeriksaan rutin ke dokter gigi, menyikat gigi dengan benar, serta penggunaan fluorida masih sering diabaikan. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat akan perawatan gigi sejak dini, agar kesehatan mulut tetap terjaga dan terhindar dari komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.
“Jika dibandingkan dengan 2024, kami juga mencatat peningkatan lebih dari 25 persen pada kasus ketidakharmonisan susunan gigi serta sekitar 10 persen pada kasus gigi berlubang,” ia menambahkan.
Menjaga kesehatan gigi bukan hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi orang dewasa. Sebab kesehatan gigi tidak hanya berkaitan dengan fungsi mulut, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan serta kepercayaan diri seseorang.
