Ngopi Berlebihan Bisa Picu Insomnia, Dokter Ingatkan Batas Aman Kafein

Minum kopi.(Unsplash.com/justin-bhalla)

ASIAWORLDVIEW – Kebiasaan ngopi yang terlalu sering tanpa disadari bisa berdampak kurang baik bagi tubuh, terutama jika konsumsi kafein melebihi batas wajar. Kafein dalam jumlah tinggi dapat memicu gangguan tidur. Hal itu karena efek stimulan yang menghambat rasa kantuk dan mengurangi durasi tidur yang berkualitas, bahkan jika diminum beberapa jam sebelum tidur.

Kondisi ini berulang kali dikaitkan dengan insomnia dan gangguan pola tidur yang kemudian bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Pola konsumsi kafein yang berlebihan dapat memperburuk kondisi kecemasan. Bahkan, hal tersebut juga dapat memicu sakit kepala hingga menimbulkan ketergantungan. Kafein dalam jumlah tinggi membuat respon tubuh menjadi lebih semangat dan siap, sehingga bagi mereka yang memiliki bakat kecemasan, maka kecemasannya tersebut berpotensi lebih tinggi atau akan merasa lebih cemas.

“Jadi orang yang dengan bakat kecemasan minum kafein itu justru hati-hati karena dia membuat responnya lebih fight, dia lebih siap. Kecemasan lebih tinggi, maka mereka harus mengurangi,” menurut dr.Kevin Mulya S, Sp.N-FMIN, dokter spesialis saraf yang kini berpraktik di RS EMC Alam Sutera, mengutip Antara.

Baca Juga: Inovasi Minuman Kekinian, Kopi Kini Punya Campuran Rasa Unik Hibiscus

Ia menegaskan bahwa batas aman konsumsi kopi idealnya hanya satu hingga dua gelas per hari, sementara banyak orang justru mengonsumsi lima hingga sepuluh gelas tanpa memahami risikonya. Kafein dalam jumlah tinggi dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis atau bagian dari autonomic nervous system yang dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan munculnya rasa gelisah. Inilah mengapa, efek kafein dapat memperberat gejala pada individu yang memiliki kerentanan terhadap gangguan kecemasan (anxiety disorder).

“Bila ingin menghentikan kebiasaan mengonsumsi kafein seperti kopi, maka hindari penghentian konsumsi secara mendadak, khususnya pada peminum berat. Hal ini karena dapat menimbulkan sakit kepala akibat putus kafein, yang biasanya disertai rasa lelah, sulit konsentrasi, dan perubahan mood. Oleh karena itu, proses penghentian sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari gejala withdrawal yang berat,” ia menambahkan.

Terlalu banyak kafein juga sering memicu kecemasan, kegelisahan, detak jantung yang lebih cepat, dan sakit kepala, terutama pada individu yang sensitif atau sudah memiliki kecenderungan cemas, karena kafein mempengaruhi sistem saraf pusat dan respons tubuh terhadap stres.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan ngopi berlebihan juga dapat menyebabkan ketergantungan serta memperparah gejala kecemasan yang sudah ada, sehingga bukan lagi sekadar rutinitas santai tetapi berdampak negatif pada kesehatan mental serta kesejahteraan secara umum