ASIAWORLDVIEW – Harga XRP merosot ke level terendah dalam 11 minggu. Padhal terjadi akumulasi oleh pemegang besar dan lonjakan arus keluar dari bursa.
Tekanan jual yang dipicu memburuknya sentimen pasar aset risiko tampaknya mengalahkan sinyal-sinyal bullish dari data on-chain, sehingga arah pergerakan XRP dalam jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian, mengutip Coindesk, Sabtu (7/6/2026).
XRP turun menjadi sekitar 1,18 dolar AS pada saat penulisan, menandai pertama kalinya XRP diperdagangkan di bawah 1,19 dolar AS sejak akhir Agustus. Pelemahan ini terjadi di tengah tren bearish yang melanda pasar kripto secara keseluruhan, yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa sektor kecerdasan buatan berada di ambang keruntuhan.
“Harga XRP telah turun ke level terendah sejak akhir Agustus seiring meningkatnya tekanan jual,” demikian laporan.
Baca Juga: XRP Ledger Bersiap Perbaiki Celah Keamanan pada 4 November, Penundaan Hampir Dua Minggu
Sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas yang biasanya diasosiasikan dengan fase akumulasi.
Menurut analis Ali Charts, whale telah membeli sekitar 60 juta koin XRP dalam tujuh hari. Pembelian tersebut bertepatan dengan tren naik tipis ketika altcoin itu bergerak dari 1,20 dolar AS pada 30 Oktober dan sempat menyentuh 1,34 dolar AS pada 4 November.
Namun, setelah aset berisiko ambruk akibat kekhawatiran terhadap sektor AI, XRP menghapus seluruh kenaikan tersebut dan turun ke 1,18 dolar AS. Data dari Hyperliquid Whale Tracker di CoinGlass menunjukkan bahwa whale kemungkinan kembali aktif setelah penurunan itu, karena dua akun telah membuka posisi long senilai 3,94 juta dolar AS dalam 24 jam.
“Jika penurunan ke level terendah 11 minggu ini menarik lebih banyak whale yang ingin membeli saat harga murah, hal itu dapat menopang rebound harga XRP,” tulis laporan tersebut.
Dari sisi likuiditas bursa, data CryptoQuant menunjukkan lonjakan arus keluar XRP dari platform perdagangan. Pada 9 November, sebanyak 418,5 juta XRP keluar dari bursa Binance, bahkan lebih tinggi daripada arus keluar yang terlihat setelah insiden peretasan di bursa tersebut. Secara teori, arus keluar dari bursa mengurangi pasokan yang siap dijual dan dapat melemahkan tekanan jual dalam jangka pendek. Namun, laporan itu menekankan bahwa kenaikan arus keluar bursa belum tentu berdampak bullish terhadap nilai XRP kecuali disertai permintaan dari trader.
“Sentimen sosial XRP telah turun ke wilayah negatif, dengan level ini menjadi yang terendah sejak Juli,” tambah laporan tersebut.
Secara teknikal, prospek harga XRP pada grafik harian menunjukkan tren turun yang kuat karena harga masih berada di bawah EMA 200 minggu. Dalam skenario pembalikan arah, EMA di level 1,36 dolar AS menjadi resistance pertama yang harus ditembus sebelum pergerakan naik dapat dikonfirmasi.
Sebaliknya, jika tekanan jual semakin kuat, harga XRP berpotensi turun ke support di 0,98 dolar AS. Indikator momentum saat ini tergolong lemah karena RSI telah turun ke 42, dan posisi di bawah 50 mengindikasikan momentum bearish yang semakin menguat.
“Kecuali pembelian whale juga disertai pembelian ritel untuk mendorong permintaan, harga XRP mungkin tidak akan mencatat pemulihan yang kuat,” tutupnya.
