Bitcoin Bertahan di Kisaran US$78.000, Pasar Masih Dibayangi Peretasan Binance

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$77.700 hingga USD$78.300 pada Senin (2/11/2026). Aset digital ini mencoba pulih dari guncangan peretasan Binance senilai US$6,3 miliar yang mengguncang pasar pada akhir Oktober. Pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi yang rapuh: ada upaya rebound teknis, tetapi sentimen investor masih tertahan oleh kekhawatiran keamanan platform dan ketidakpastian makroekonomi global.

Bagi pelaku pasar di Indonesia, dinamika ini menjadi pengingat bahwa volatilitas kripto tidak hanya ditentukan oleh faktor fundamental aset itu sendiri, melainkan juga oleh peristiwa keamanan siber dan ekspektasi kebijakan moneter di negara-negara besar.

Data CoinMarketCap pada pukul 09.00 KST mencatat Bitcoin diperdagangkan di US$78.295,61, naik 1,16% dalam 24 jam . Sementara itu, laporan KuCoin per 00.00 UTC menempatkan Bitcoin di US$78.350, dengan kenaikan 1,05%.

Baca Juga: Binance Hadapi Dugaan Peretasan Terbesar di Industri Kripto, Sekitar US$3 Miliar Dibekukan

Pergerakan harga pada 2 November tidak dapat dilepaskan dari peristiwa besar yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada 29 Oktober 2026, Binance mengalami peretasan yang menguras sekitar US$6,3 miliar dari hot wallet-nya, menjadikannya sebagai salah satu insiden keamanan kripto terbesar dalam sejarah. Bitcoin sempat anjlok ke level US$76.300 hingga US76.400 setelah berita tersebut mencuat, sebelum akhirnya mencoba bangkit kembali ke kisaran $77.000-$78.000 selama akhir pekan.

Pada 1 November, Binance mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap untuk aset-aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum, setelah sebelumnya menanggung sekitar 95% kerugian melalui dana perusahaan dan SAFU (Secure Asset Fund for Users). Langkah ini memberikan sinyal bahwa operasional bursa berangsur normal, meskipun tekanan penarikan masih terasa: dalam sekitar 9,5 jam setelah penarikan dibuka, tercatat arus keluar bersih sekitar US$3,64 miliar, atau sekitar 2,1% dari total aset Binance.

Meskipun harga menunjukkan rebound tipis, sentimen investor belum sepenuhnya pulih. Indeks Fear and Greed dari berada di level 34, yang masih masuk dalam kategori “fear” (ketakutan), meskipun naik empat poin dari hari sebelumnya. Sebagai perbandingan, seminggu sebelumnya indeks berada di level 54, yang mencerminkan sentimen netral. Data lain dari CoinMarketCap menempatkan indeks pada level 35, juga dalam zona ketakutan.

Angka ini penting karena menunjukkan bahwa kenaikan harga pada 2 November lebih bersifat teknis—sebuah rebound setelah koreksi tajam—daripada cerminan keyakinan pasar yang baru. Arus keluar dana dari Binance pasca-pembukaan penarikan juga menegaskan bahwa sebagian investor memilih untuk memindahkan aset mereka ke tempat yang dianggap lebih aman, setidaknya untuk sementara.

Selain faktor keamanan, pasar kripto pada awal November 2026 juga dibayangi oleh peristiwa politik dan moneter di Amerika Serikat. Pemilihan tengah semester (midterm elections) yang semakin dekat memunculkan spekulasi tentang kemungkinan “blue wave”—kemenangan besar Partai Demokrat di DPR dan Senat—yang dapat memengaruhi arah kebijakan fiskal dan regulasi di AS.

Bagi pasar kripto, ketidakpastian politik biasanya mendorong investor ke aset yang lebih aman, dan Bitcoin, meskipun sering disebut sebagai “emas digital”, belum sepenuhnya membuktikan diri sebagai lindung nilai yang stabil dalam situasi ketidakpastian politik jangka pendek. Selain itu, pasar masih menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan datang. Ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi selera risiko investor global, termasuk di pasar aset digital.

Analis memperhatikan beberapa level teknis penting. Level US$78.000 menjadi resistance jangka pendek yang perlu ditembus secara meyakinkan untuk mengonfirmasi kelanjutan rebound. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, ada peluang untuk menguji kembali area US$80.000, yang merupakan level psikologis penting sebelum peretasan terjadi.

One thought on “Bitcoin Bertahan di Kisaran US$78.000, Pasar Masih Dibayangi Peretasan Binance”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *