Chuseok 2025, Festival Panen Korea yang Menyatukan Keluarga dan Budaya

Makanan untuk perayaan Chuseok

ASIAWORLDVIEW – Chuseok dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Libur resmi berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Oktober, menjadikannya bagian dari “Golden Holiday” selama sepuluh hari di Korea Selatan.

Chuseok merupakan hari panen dan penghormatan kepada leluhur, di mana keluarga berkumpul untuk menikmati makanan khas seperti songpyeon (kue beras isi) dan melakukan ritual seperti charye (upacara penghormatan leluhur).

Chuseok mirip dengan mid-autumn festival, dirayakan setiap tahun pada hari ke-15 bulan ke-8 dalam kalender lunar. Karena berdekatan dengan Hari Nasional Korea (3 Oktober) dan Hari Hangeul (9 Oktober), masyarakat Korea menikmati libur panjang dari 3 hingga 12 Oktober.

Sementara itu, Mid-Autumn Festival, yang populer di Tiongkok dan negara-negara dengan pengaruh budaya Tionghoa, menekankan pada keindahan bulan purnama dan kebersamaan keluarga, dengan tradisi menikmati mooncake dan menyalakan lentera. Kedua festival ini mencerminkan rasa syukur atas hasil panen, pentingnya ikatan keluarga, dan penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Baca Juga: Teh Oolong dan Melati: Aroma Kehangatan dalam Perayaan Mid-Autumn Festival

Selama periode ini, keluarga Korea biasanya pulang kampung untuk melakukan ritual penghormatan leluhur (jesa), menikmati makanan tradisional seperti songpyeon, dan mempererat ikatan keluarga. Libur panjang ini juga menjadi momen penting bagi sektor pariwisata domestik dan internasional, dengan destinasi populer seperti Pulau Jeju dan Gyeongju diperkirakan akan ramai dikunjungi.

Selama perayaan Chuseok, masyarakat Korea menyajikan beragam hidangan tradisional yang sarat makna. Salah satu makanan paling ikonik adalah songpyeon, kue beras berbentuk setengah bulan yang diisi dengan kacang, wijen, atau pasta kacang merah, lalu dikukus di atas daun pinus untuk memberikan aroma khas.

Hidangan lainnya termasuk jeon (gorengan ala Korea seperti pancake sayur atau daging), galbijjim (iga sapi rebus dengan bumbu manis gurih), namul (aneka sayuran yang dibumbui), dan tteok (kue beras dalam berbagai bentuk dan rasa).

Selain itu, buah-buahan musiman seperti pir Korea dan apel juga disajikan sebagai bagian dari persembahan kepada leluhur dalam ritual *charye*. Makanan-makanan ini tidak hanya dinikmati bersama keluarga, tetapi juga mencerminkan rasa syukur atas hasil panen dan harapan akan keberkahan di masa mendatang.