ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin menunjukkan dinamika yang berfluktuasi tajam, mencerminkan pergulatan pasar antara respons awal terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve dan realitas tekanan jual yang masih membayangi. Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$81.245 hingga US$81.340, naik sekitar 0,53% dibandingkan posisi sehari sebelumnya Kamis (29/10/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi di atas US$81.700. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama. Dalam beberapa jam setelahnya, harga Bitcoin berbalik arah dan terpuruk hingga menyentuh level US$80.000, bahkan sempat turun ke US$79.750 pada perdagangan awal, mencerminkan kerapuhan momentum yang tidak mampu menembus zona resistensi kunci .
Pemicu utama pergerakan harga hari ini adalah keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober 2026 . Keputusan ini seharusnya menjadi katalis positif karena menghilangkan ketidakpastian jangka pendek dan mengurangi risiko pengetatan moneter lebih lanjut. Bitcoin sempat merespons dengan penguatan ke atas US$81.000, tetapi reli tersebut dengan cepat memudar.
Analis dari Delta Exchange menyoroti bahwa sinyal hawkish dari The Fed—di mana dua pembuat kebijakan mendukung kenaikan 25 basis poin—telah mengecewakan trader yang berharap sinyal dovish yang lebih jelas. Dengan kata lain, pasar tidak hanya bereaksi terhadap keputusan itu sendiri, tetapi juga terhadap prospek kebijakan di masa depan yang masih membuka peluang pengetatan lanjutan.
Baca Juga: Bitcoin Bergerak Negatif, Berada di Angka US$79.000
Dari perspektif teknikal, Bitcoin menghadapi resistensi yang cukup padat di zona US$81.500–US$82.000. Analis mencatat bahwa kegagalan menembus level tersebut memicu aksi ambil untung (profit-taking) yang membawa harga kembali ke bawah US$80.000. Level support terdekat berada di kisaran US$79.500–US$79.800, diikuti oleh support berikutnya di US$77.700–US$78.000.
Sementara itu, resistance berada di antara US$80.400 dan US$81.200 . Jika support pertama mampu bertahan, struktur harga jangka pendek dapat stabil; namun, jika jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut. Data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 14.942 BTC ditarik dari bursa menjelang keputusan The Fed—sebuah sinyal bahwa sebagian pemegang memilih memindahkan aset mereka ke dompet pribadi, yang secara historis sering dibaca sebagai pengurangan tekanan jual jangka pendek . Namun, sinyal ini belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen secara keseluruhan.
Dari sisi arus institusional, ETF Bitcoin spot AS mencatat aliran masuk bersih sebesar US$1,3 juta, sementara ETF Ethereum menambah US$23,4 juta . Angka ini terbilang positif, tetapi tidak cukup besar untuk menciptakan momentum yang berarti. Analis dari WazirX menegaskan bahwa permintaan ETF hanyalah satu bagian dari pasar; aksi ambil untung, posisi derivatif, pasokan di bursa, dan ketidakpastian makro dapat menyerap pembelian institusional sebelum menghasilkan respons harga spot yang setara.
Perhatian pasar akan beralih ke rilis data ekonomi AS, terutama inflasi PCE, serta laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang dapat memengaruhi sentimen lintas pasar, termasuk kripto. Pergerakan Bitcoin hari ini—dari penguatan singkat ke US$81.000 hingga kembali terpuruk ke US$80.000—bukanlah sinyal pembalikan tren, melainkan cerminan dari pasar yang masih mencari arah.

