ASIAWORLDVIEW – Ripple menuju arus utama sistem keuangan Amerika Serikat setelah mendapatkan restu mendirikan bank. Kantor Pengawas Mata Uang AS (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) memberikan persetujuan final kepada Ripple.
Ripple National Trust Bank—sebuah entitas perbankan trust yang beroperasi di bawah pengawasan federal. Persetujuan ini menyusul izin bersyarat yang diberikan regulator pada Desember 2025, dan menjadi momen krusial yang menempatkan Ripple sejajar dengan sesama perusahaan blockchain seperti Circle, BitGo, dan Fidelity Digital Assets yang lebih dulu menempuh jalur perbankan trust teregulasi federal.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengumumkan kabar ini pada Senin, tepat sebelum perhelatan Ripple Swell 2026 di New York, ajang tahunan perusahaan yang menjadi panggung perluasan layanan keuangan institusional mereka.
“Piagam bank trust ini akan memungkinkan Ripple untuk mendukung RLUSD stablecoin sekaligus menawarkan layanan kustodi aset digital kepada pelanggan korporasi,” katanya, dikutip dari FoxNews, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga: Ripple Prime Luncurkan Kontrak Perpetual TradFi 24/7 untuk Klien Institusional
Ia menilai persetujuan ini akan membuka jalan bagi integrasi layanan kripto dengan regulasi perbankan tradisional—sebuah pergeseran struktural yang selama ini menjadi hambatan utama adopsi institusional di AS. Secara fundamental, National Trust Bank berbeda dari bank komersial konvensional. Lembaga ini menekankan pada layanan kustodi dan fidusia, bukan pada penghimpunan dana pihak ketiga (deposit) maupun penyaluran kredit.
Ripple tidak akan menjadi bank yang menerima simpanan masyarakat, melainkan lembaga yang menyimpan dan mengelola aset digital atas nama klien institusional dengan standar pengawasan federal. Bank trust baru ini akan membantu RLUSD dalam menyediakan kustodi yang diawasi federal serta layanan terkait cadangan (reserves). Ripple sebelumnya telah merinci rencana untuk menjalankan cadangan tersegregasi dan bertindak sebagai collateral trustee—peran yang sangat relevan bagi pasar keuangan yang menuntut transparansi dan keamanan aset.
Langkah ini juga mencerminkan kemitraan Ripple dengan Arf untuk mendukung likuiditas penyelesaian RLUSD di XRP Ledger; Arf berencana memperluas operasi penyelesaiannya ke protokol pinjaman jaringan tersebut begitu tersedia. Dengan adanya lisensi bank ini, layanan institusional Ripple dapat berjalan di bawah model kustodian teregulasi tanpa mengganggu pengaturan yang sudah ada, meskipun perusahaan belum mengumumkan tanggal resmi operasional National Trust Bank bagi nasabah.
Persetujuan OCC ini datang bersamaan dengan serangkaian ekspansi layanan Ripple yang dirancang untuk memperkuat posisinya di segmen institusional. Pada hari yang sama, Ripple meluncurkan platform treasury korporat 24/7 yang mengintegrasikan manajemen kas, pemrosesan pembayaran, dan solusi likuiditas bagi klien korporasi, dengan dukungan kecerdasan buatan. Perusahaan juga meluncurkan fitur 24/7 Returns, yang memungkinkan perusahaan yang memenuhi syarat memperoleh imbal hasil atas kepemilikan RLUSD mereka—sebuah inovasi yang menyasar kas operasional yang tidak tersimpan melalui jam perbankan normal, seperti pada akhir pekan dan hari libur.
Di sisi lain, Ripple terus membangun kemitraan dengan institusi keuangan untuk memperluas kehadiran di XRP Ledger melalui produk keuangan ter-tokenisasi dan layanan aset digital. Salah satunya adalah Aviva Investors, yang telah meluncurkan kelas saham ter-tokenisasi untuk Sterling Liquidity Fund senilai £22 miliar di jaringan tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa ekosistem XRP Ledger semakin menarik bagi manajer aset besar yang mencari efisiensi dan likuiditas melalui tokenisasi.
