JRF 2026 Jadi Ajang Sport Tourism, Libatkan UMKM hingga Program Donasi Pendidikan

ASIAWORLDVIEW – Jakarta Running Festival (JRF) 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pengunjung melalui JRF Expo. Kegiatan ini melibatkan berbagai tenant, mulai dari merek internasional hingga merek lokal. Kehadiran peserta dari luar Jakarta turut membuka peluang bagi sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan usaha lainnya.

MRT Jakarta menyediakan layanan lebih pagi mulai pukul 03.00 pada dua hari perlombaan, Sabtu dan Minggu, untuk membantu pelari mencapai kawasan Gelora Bung Karno (GBK). MRT Jakarta juga menyediakan fasilitas perjalanan gratis untuk pengambilan racepack dengan menggunakan QR yang tersedia melalui aplikasi JRF. Pada hari perlombaan, pelari dapat menggunakan QR pada BIB untuk mengakses fast track di stasiun MRT.

Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta Samuel Ryan Pradipta Pranowo menjelaskan, “Dari MRT Jakarta kami akan mendukung mobilitas yang lebih nyaman dan lebih mudah bagi para pelari JRF, di mana untuk dua hari race day, hari Sabtu dan Minggu, MRT beroperasi lebih pagi. Mulai pukul 3 pagi, untuk sampai ke GBK mudah-mudahan enggak ada yang telat dari runners, dan bisa show up ready.”

Baca Juga: Jakarta Running Festival 2026 Diikuti Lebih dari 37.000 Pelari dari 48 Negara

Di bidang sosial, TBS Foundation menghadirkan program charity runners bekerja sama dengan YKAP. Sebanyak 21 pelari menggalang dana untuk membantu renovasi sekolah dasar di Sumatera Barat yang terdampak banjir pada akhir 2025. TBS Foundation juga menginisiasi pengumpulan 8.000 buku untuk sekolah-sekolah, termasuk di Sumatera Barat dan wilayah Jakarta serta Jabodetabek, sebagai bagian dari upaya mendukung akses pendidikan.

Untuk perlindungan peserta, Generali Indonesia hadir sebagai Official Insurance Partner. Head of Marketing Communications Generali Indonesia Devi Heriani menjelaskan bahwa dukungan tersebut mencakup perlindungan terhadap risiko kesehatan maupun kecelakaan yang berkaitan langsung dengan aktivitas lari selama acara.

“Sebagai official insurance partner, pastinya kita hadir untuk memberikan perlindungan kepada para pelari atas risiko kesehatan dan juga risiko jiwa yang terjadi misalnya kecelakaan ataupun risiko kesehatan lainnya yang berhubungan langsung dengan dampak dari olahraga lari selama event lari hari ini. Contohnya penyakit kalau kena serangan jantung, dehidrasi, heatstroke,” tutur Devi.

“Kalau tahun lalu, 2025, kami sudah menghitung melalui survei yang kami lakukan, dampak ekonomi dari event ini sekitar Rp160 miliar. Harusnya tahun ini tentu saja akan lebih besar. Karena banyak juga peserta JRF ini mayoritas malah dari luar kota, jadi mereka menginap di sini, berbelanja di sini, menggunakan transportasi ke sana kemari, sampai kulineran,” ucap Heri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *