Tren Kopi Susu Gula Aren Beralih dari Kedai ke Minuman Siap Minum

ASIAWORLDVIEW – Fenomena kopi susu gula aren bukan lagi sekadar tren kedai kopi. Dalam beberapa tahun terakhir, minuman ini telah bergeser dari menu spesial di kafe-kafe lokal menjadi bagian dari keseharian banyak orang—dari pagi yang sibuk hingga sore yang santai. Perpaduan karakter kopi yang kaya dengan kelembutan gula aren menjadikannya pilihan yang digemari berbagai kalangan.

Data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan tingkat konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02 persen dalam 10 tahun terakhir. Penggerak angka konsumsi tersebut di antaranya adalah kategori fresh coffee, instant coffee, dan ready-to-drink (RTD) coffee. Pertumbuhan pesat budaya minum kopi di Indonesia juga ditopang oleh pertumbuhan kafe lokal sebesar 16 persen per tahun menurut Euromonitor.

Melihat perkembangan itu, WINGS Food meluncurkan varian ketiga dari GOLDA Coffee, yakni GOLDA Coffee Aren Latte, sebuah inovasi yang mencoba menghadirkan pengalaman menikmati kopi susu gula aren dengan rasa kopi yang nyata, tekstur creamy, serta cita rasa yang dapat dinikmati secara praktis kapan saja dan di mana saja.

Brian Hartono, Senior Brand Manager GOLDA Coffee, menyampaikan dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026), bahwa GOLDA telah menjadi market leader dari kategori ready to drink coffee. Total market share lebih dari 30 persen dari kedua varian, yaitu GOLDA Coffee Dolce Latte dan GOLDA Coffee Cappuccino.

“Menurut data Nielsen, GOLDA memiliki pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan pasar RTD bottled coffee di Indonesia. Namun, yang lebih menarik adalah temuan dari riset dan pengembangan mereka: masyarakat Indonesia peminum kopi secara umum mencari produk yang memiliki rasa kopi lebih nendang,” jelasnya.

Baca Juga: Ketika Kopi dan Jamu Nusantara Lahir dalam Sentuhan Kapsul yang Praktis

GOLDA Coffee Aren Latte memadukan biji kopi Arabika dan Robusta pilihan untuk menghasilkan karakter rasa yang seimbang dan kaya. Kualitas tersebut dijaga melalui proses Gold Signature Coffee Roast, lalu disempurnakan oleh sentuhan gula aren yang lembut yang tetap mempertahankan kopi sebagai bintang utamanya.

Riset Point of Interest bahkan menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia dengan total 461.991 gerai kedai kopi pada tahun 2025. Angka-angka ini bukan hanya statistik, mencerminkan perubahan gaya hidup yang lebih luas, di mana kopi telah menjadi bagian dari ritual harian, alat sosial, dan bahkan identitas.

Sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam menjadi bagian penting dari pertumbuhan pasar kopi Asia. Tren ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin akrab dengan budaya minum kopi, didorong oleh berkembangnya kedai kopi modern, meningkatnya pendapatan kelas menengah, serta hadirnya berbagai inovasi produk kopi siap minum.

“Mereka menghindari produk ready to drink yang terlalu manis maupun terlalu milky. Mereka membutuhkan real coffee presence, sebuah rasa yang belum ada di pasar kopi RTD Indonesia,” ia menambahkan.

Bagi Golda Coffee, kondisi ini menjadi peluang untuk memperluas pasar melalui produk yang sesuai dengan selera konsumen Asia. Apalagi generasi muda yang menjadikan kopi tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *