Hadapi Ancaman Komputer Kuantum, Indonesia Kembangkan Sistem Keamanan Digital Baru

Ilustrasi komputasi kuantum.

ASIAWORLDVIEW – Dalam era kecerdasan buatan dan komputasi canggih yang berkembang sangat cepat, Indonesia mulai mempersiapkan fondasi keamanan digital generasi berikutnya. Pemerintah saat ini tengah mengembangkan teknologi kriptografi pasca-kuantum (post-quantum cryptography) serta membentuk gugus tugas nasional untuk mengawal transisi menuju sistem keamanan digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan teknologi kriptografi pasca-kuantum (post-quantum cryptography) dan sistem keamanan digital mampu bertahan menghadapi ancaman komputer kuantum di masa depan. Langkah ini dinilai strategis. Hal itu karena kemajuan komputasi kuantum berpotensi melemahkan metode enkripsi konvensional yang selama ini menjadi pelindung transaksi keuangan, komunikasi digital, hingga infrastruktur kritis negara.

“Dengan mulai mempersiapkan standar keamanan baru sejak sekarang, Indonesia berupaya memastikan bahwa transformasi digital yang tengah berlangsung tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan,” ia mengatakan.

“Pengembangan pusat data atau data center tidak sekadar membutuhkan investasi teknologi, tetapi juga harus didukung oleh ketersediaan lahan, pasokan listrik yang andal, serta sumber daya air yang memadai untuk kebutuhan operasional dan pendinginan sistem,” ia menambahkan.

Baca Juga: UE Masukkan Komputasi Kuantum ke Peta Risiko Keuangan

Di saat yang sama, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada penguatan infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi berbasis data. Faktor-faktor tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk layanan cloud, kecerdasan buatan, analitik data besar, hingga layanan digital publik dan swasta.

Sinyal kuat mengenai potensi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital kawasan juga terlihat dari ketertarikan perusahaan teknologi global.

Menurutnya, raksasa teknologi NVIDIA saat ini sedang berdiskusi mengenai rencana investasi senilai USD4,5 miliar di kawasan Zona Perdagangan Bebas Batam. Jika terealisasi, investasi tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri digital global, khususnya di bidang kecerdasan buatan, pusat data, dan komputasi berperforma tinggi.

Di tengah meningkatnya persaingan negara-negara Asia Tenggara untuk menarik investasi teknologi bernilai tinggi, langkah Indonesia membangun keamanan siber masa depan sekaligus memperluas kapasitas infrastruktur digital menunjukkan ambisi yang lebih besar: menjadi salah satu pusat ekonomi digital utama di kawasan dalam dekade mendatang.

“Kehadiran pemain kelas dunia seperti NVIDIA bukan hanya membawa aliran modal, tetapi juga peluang transfer teknologi, pengembangan talenta digital, serta percepatan ekosistem AI nasional,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *