ASIAWORLDVIEW – Elon Musk membocorkan perusahaan miliknya mengembangkan Tesla Phone, yang dikenal dengan nama Tesla Model Pi. Dalam cuitannya, ia menjelaskan inovasi futuristik yang menggabungkan kecanggihan perangkat mobile dengan ekosistem Tesla dan jaringan satelit Starlink.
Ponsel ini dirancang untuk mendukung konektivitas global tanpa bergantung pada jaringan seluler konvensional, berkat integrasi langsung dengan layanan internet satelit Starlink. Selain itu, Tesla Phone dikabarkan memiliki fitur pengisian daya tenaga surya, memungkinkan pengguna mengisi baterai langsung dari sinar matahari—sebuah langkah revolusioner dalam efisiensi energi.
Baca Juga: Tesla Catatkan Keuntungan Besar dari Bitcoin
Tesla Model Pi dirancang ultra-tipis dengan ketebalan hanya 7,9 mm, lebih ramping dari iPhone 15 Pro Max dan Galaxy S23 Ultra. Materialnya menggunakan aluminium kelas aerospace** dan **Corning Gorilla Glass Victus 3, menjadikannya ringan namun sangat tahan lama.
Desainnya ramping dan premium, menggunakan material aluminium aerospace dan lapisan pelindung Gorilla Glass terbaru. Tesla juga diperkirakan akan menyematkan fitur-fitur eksklusif seperti kontrol kendaraan Tesla langsung dari ponsel.
Ponsel ini juga terintegrasi Neuralink untuk masa depan teknologi antarmuka otak. Bahkan, kamera beresolusi tinggi yang mendukung fotografi astrofotografi.
Tesla berencana memproduksi 5 juta unit pada akhir 2025 dan mendistribusikannya ke lebih dari 50 negara, termasuk pasar Asia Tenggara. Produksi akan dilakukan di Gigafactory Tesla di Amerika Serikat (AS), Jerman, dan China. Dengan kombinasi teknologi mutakhir dan visi ekosistem terintegrasi, Tesla Phone berpotensi menjadi disruptor besar di pasar smartphone premium.
