Indonesia Tegaskan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Forum G20 Mpumalanga

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melakukan kunjungan kerja ke Mpumalanga, Afrika Selatan, pada 11 hingga 13 September 2025 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan G20 Tourism Ministers’ Meeting.

ASIAWORLDVIEW – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melakukan kunjungan kerja ke Mpumalanga, Afrika Selatan, pada 11 hingga 13 September 2025 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan G20 Tourism Ministers’ Meeting. Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antarnegara G20 dalam membangun sektor pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.

“Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata bersama dengan negara-negara G20, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral sesuai dengan poin-poin hasil Presidensi G20 Afrika Selatan,” katanya, Senin (15/9/2025)

Selama kunjungannya, ia menghadiri Pertemuan Menteri Pariwisata G20, di mana Indonesia aktif berpartisipasi dalam pembahasan untuk membentuk prioritas global bagi sektor pariwisata. Forum tersebut berpuncak pada pengesahan Deklarasi Mpumalanga, komitmen bersama menteri-menteri G20 untuk mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Deklarasi tersebut mendapat dukungan bulat dari menteri-menteri pariwisata G20 dan perwakilan mereka.

Baca Juga: Pariwisata RI Dihadapkan pada Tantangan Pasca Demo Agustus 2025

“Dengan mengesahkan Deklarasi Mpumalanga, Indonesia memperkuat komitmennya untuk berkolaborasi dengan anggota G20 dan mitra internasional dalam menempatkan pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas,” tambah Puspa.

Indonesia menyoroti empat fokus dalam deklarasi tersebut: mendorong inovasi digital untuk memberdayakan startup dan UMKM pariwisata, mempromosikan pembiayaan dan investasi pariwisata yang adil dan berkelanjutan, meningkatkan konektivitas udara, serta memperkuat ketahanan untuk pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam hal pembiayaan, ia menyoroti upaya Indonesia untuk meningkatkan akses pendanaan bagi negara-negara berkembang, mengintegrasikan keberlanjutan dan inklusivitas ke dalam kriteria investasi, serta memastikan pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sela-sela pertemuan G20, ia juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan menteri dari Jepang, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, dan Brasil untuk membahas kerja sama dan memperkenalkan inisiatif pariwisata terbaru Indonesia, termasuk lima destinasi prioritas dan sepuluh Zona Ekonomi Khusus Pariwisata.

“Sebagai anggota G20, Indonesia berkomitmen pada upaya kolektif untuk memperkuat peran pariwisata dalam pertumbuhan global yang berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.