Pakar: Pentingnya Gizi Seimbang dan Stimulasi untuk Fondasi Otak Si Kecil di 1.000 Hari Pertama

ASIAWORLDVIEW – Pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, otaknya berada dalam fase perkembangan paling pesat dan krusial. Pada periode ini, otak membangun serta menyempurnakan koneksi antar sel saraf melalui proses yang disebut mielinasi—pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf. Lapisan mielin berfungsi mempercepat transmisi sinyal antar neuron, sehingga informasi dapat dihantarkan dengan lebih efisien.

Semakin kuat dan cepat koneksi ini, semakin optimal pula kemampuan anak dalam belajar, memproses informasi baru, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan kognitif. Karena itu, dukungan gizi yang tepat. Misalnya, asupan DHA, AA, kolin, dan berbagai vitamin serta mineral—sangat penting untuk menunjang pembentukan struktur otak.

dr. Herbowo A.F. Soetomenggolo, Sp.A, Subsp.Neuro(K), seorang pakar Neurologi Anak dari Brawijaya Hospital Saharjo, menjelaskan bahwa pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Otaknya terus membangun dan menyempurnakan koneksi antar sel saraf.

Proses penting yang mendukungnya adalah mielinasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang menyelimuti serabut saraf sehingga membantu sinyal atau informasi di otak dihantarkan dengan lebih cepat dan efisien. Proses ini berperan besar dalam menunjang kemampuan si Kecil untuk belajar, memproses informasi baru, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya.

Baca Juga: S-26 Exceptional Day Bahas Pentingnya Faster Connection Otak Anak

“Karena itu, Mams perlu memberikan dukungan optimal melalui pemberian gizi yang tepat, termasuk berbagai komponen penting yang mampu mendorong perkembangan struktur dan fungsi otak, serta melengkapinya dengan stimulasi melalui beragam pengalaman belajar atau Multi Learning,” ia mengatakan.

Selain itu, stimulasi melalui pengalaman belajar beragam juga berperan besar dalam memperkuat jalur koneksi saraf. Kombinasi gizi dan stimulasi yang konsisten selama 1.000 hari pertama akan menjadi fondasi utama bagi kecerdasan, fokus, dan kemampuan anak menghadapi tantangan di masa depan.

Sementara itu, Acha Sinaga, seorang Momfluencer, berbagi cerita bahwa untuk memberikan yang terbaik bagi putrinya, Jemima, ia memilih S-26 Procal Gold. Ia mengaku kini lebih memahami manfaat dari susu yang selama ini diberikan, terutama bagaimana S-26 Procal Gold mendukung perkembangan otak dan proses belajar anaknya.

“Gizi perlu berjalan beriringan dengan stimulasi Multi Learning, yaitu dengan memberikan beragam pengalaman dan kesempatan bagi anak untuk mencoba serta mempelajari hal-hal baru,” ia menjelaskan.

Perkembangannya sangat terlihat, anaknya semakin cepat tanggap ketika dikenalkan dengan sesuatu yang baru dan bisa lebih fokus belajar. Baginya, acara ini bukan hanya menambah pengetahuan tentang S-26, tetapi juga memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana cara mendukung proses belajar hebat si Kecil melalui stimulasi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *