ASIAWORLDVIEW – Rendez-Vous Rasa 2026: France–Indonesia Gastronomy Week resmi digelar hari ini, Rabu (23/9/2026). Bukan sekadar ajang makan-makan bergengsi, melainkan sebuah panggung kolaborasi kuliner. Di sini, mempertemukan maestro gastronomi dari dua negara dalam satu narasi rasa yang kaya dan penuh makna.
Bayangkan dapur yang dipenuhi energi kreatif: Chef Stéphane Carrade, pemegang dua bintang MICHELIN asal Prancis, tampil berdampingan dengan Chef Fabrice Danniel dari Le Cordon Bleu Paris. Acara ini juga didukung oleh Disciples Escoffier Indonesia.
“Acara ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan juga simbol diplomasi budaya yang memperkuat hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia,” sebut Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, dalam sambutannya mengenai Rendez-Vous Rasa 2026: France–Indonesia Gastronomy Week.
Ia menyebut bahwa gastronomi memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat lintas negara, membuka ruang dialog, serta memperluas pemahaman antarbudaya melalui cita rasa. Menurutnya, kolaborasi antara chef Prancis bertaraf internasional dengan chef Indonesia dan komunitas kuliner lokal mencerminkan semangat pertukaran yang saling memperkaya—bukan sekadar transfer teknik, tetapi juga pertukaran nilai, tradisi, dan cara memandang makanan sebagai bagian dari identitas.
“Inisiatif ini mendukung pariwisata, memperkuat UMKM kuliner, dan memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi jembatan persahabatan sekaligus sarana diplomasi yang elegan di panggung global,” ia menambahkan.
Baca Juga: Ruang Kuliner Hangat dengan Open Kitchen, My Dear Clara Hadirkan Italian-Inspired Dining

Pengalaman kuliner semakin menjadi bagian dari cara orang memahami dunia, acara seperti ini terasa sangat relevan. Tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberi ruang bagi dialog budaya, memperkenalkan produk lokal ke panggung internasional, dan mengingatkan bahwa di balik setiap hidangan yang tersaji, ada manusia, cerita, dan hubungan yang sedang dibangun—satu suapan, satu percakapan, dan satu kolaborasi pada satu waktu.
Acara ini juga dihadiri oleh Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Prancis dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Tidak ketinggalan, para alumni MasterChef Indonesia turut meramaikan agenda ini, menjadikannya ajang lintas budaya yang memadukan keahlian kuliner kelas dunia dengan semangat diplomasi gastronomi.
Dalam suasana yang hangat dan penuh apresiasi terhadap detail, setiap hidangan menjadi semacam dialog: teknik klasik Prancis bertemu dengan kekayaan bahan lokal Indonesia, plated dengan presisi namun tetap terasa membumi, seolah mengundang siapa pun yang hadir untuk mencicipi bukan hanya rasa, tetapi juga cerita di baliknya.
Melalui acara ini, Prancis dan Indonesia menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar soal cita rasa, melainkan juga jembatan persahabatan, promosi pariwisata, dan penguatan identitas budaya di kancah internasional—sebuah pernyataan yang dikemas dengan elegan, lezat, dan sangat relevan dengan semangat zaman.
