ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencapaian swasembada pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi Indonesia untuk berdiri di atas kekuatan sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Ia menekankan bahwa di tengah kondisi dunia yang penuh konflik, kemandirian pangan dan energi menjadi kebutuhan strategis.
“Di dunia saat ini, dunia yang penuh dengan konflik, bahkan perang di mana-mana, hal ini membuktikan apa yang telah lama saya sampaikan, bahwa kita harus mencapai swasembada pangan, kita harus mencapai swasembada energi. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujarnya pada Sabtu (19/9/2026).
Selain itu, ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mencapai kemandirian energi, termasuk berhentinya impor solar sejak 1 Juli berkat produksi dalam negeri yang memanfaatkan sumber daya alam melimpah, terutama kelapa sawit yang disebutnya sebagai “tanaman ajaib.”
“Indonesia telah memiliki cadangan pangan yang cukup dan langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem seperti El Nino dan kekeringan,” ia menambahkan.
Baca Juga: Prabowo Subianto Tekankan Kemandirian Energi sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi
Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan produksi akibat kondisi cuaca, termasuk El Nino dan kekeringan.
“Alhamdulillah, kita telah mencapai swasembada pangan, cadangan pangan kita mencukupi. Kita telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi cuaca buruk, El Nino, dan kekeringan. Kita siap,” jelasnya.
Selain pangan, Presiden menyoroti kemajuan dalam mencapai kemandirian energi nasional, dengan mencatat bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli dan kini dapat memenuhi kebutuhan solar melalui produksi dalam negeri. Menurutnya, salah satu kekuatan Indonesia dalam membangun kemandirian energi terletak pada sumber dayanya yang melimpah, termasuk minyak kelapa sawit.
Komoditas ini tidak hanya diolah menjadi berbagai produk turunan, tetapi juga berfungsi sebagai sumber energi untuk mendukung kebutuhan bahan bakar negara. Presiden mendorong para pemuda untuk tetap optimis terhadap masa depan Indonesia sambil mempersiapkan diri untuk mengambil alih kepemimpinan dan melanjutkan perjuangan bangsa.
“Dari mana? Dari kelapa sawit. Dari tanaman ini, Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kita berkah. Yang saya maksud adalah bahwa kelapa sawit mungkin adalah tanaman ajaib, tanaman yang penuh keajaiban,” pungkasnya.
