ASIAWORLDVIEW – Jus delima sering disebut sebagai salah satu minuman alami yang bermanfaat bagi penderita hipertensi. Hal itu karena kandungan nutrisinya yang kaya dan efeknya terhadap sistem kardiovaskular. Buah delima mengandung antioksidan polifenol dan flavonoid yang bekerja melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga membantu mengurangi peradangan dan menjaga elastisitas arteri.
Selain itu, kandungan kalium yang tinggi berperan penting dalam menyeimbangkan kadar natrium, mengurangi retensi cairan, serta melemaskan dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat menurun secara alami. Senyawa bioaktif dalam delima juga memiliki efek vasodilator alami dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Ditambah lagi, kandungan vitamin C memberikan perlindungan tambahan terhadap pembuluh darah dan menurunkan risiko peradangan yang dapat memicu hipertensi, mengutip Health, Selasa (15/9/2026).
Jus delima juga menyediakan antioksidan yang menghambat enzim pengubah angiotensin, faktor kunci dalam pengendalian tekanan darah. Selain itu, jus delima merupakan sumber kalium yang baik (533 mg per cangkir), yang dapat membantu menurunkan tekanan darah—meskipun asupan berlebihan dapat berbahaya bagi penderita masalah ginjal.
Baca Juga: Konsumsi Buah Apel Beserta Kulitnya Demi Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya
Jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah moderat, jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara bertahap. Selain itu, mengurangi risiko komplikasi hipertensi seperti penyakit jantung dan stroke, serta menjaga kesehatan ginjal dan sistem kardiovaskular dengan memperbaiki sirkulasi darah.
Namun, penting untuk diingat bahwa konsumsi harus dilakukan secara moderasi—sekitar satu gelas per hari—karena kandungan gula alami yang cukup tinggi. Bagi penderita hipertensi yang sedang menjalani terapi obat, konsultasi dengan dokter tetap diperlukan karena jus delima dapat memengaruhi metabolisme obat tertentu. Selain itu, penderita dengan masalah lambung atau ginjal juga perlu berhati-hati karena kandungan asam dan mineral dalam delima bisa menimbulkan efek samping bila dikonsumsi berlebihan.
Dengan kombinasi nutrisi yang kuat, jus delima menjadi salah satu pilihan alami yang efektif untuk mendukung pengelolaan tekanan darah tinggi. Meski demikian, ia sebaiknya dijadikan bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup seimbang, bukan pengganti terapi medis.
Untuk menurunkan tekanan darah, para ahli merekomendasikan mengikuti pola makan sehat yang kaya akan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, daripada hanya mengandalkan jus buah saja. Namun, jika Anda berencana memasukkan jus delima atau jus tomat ke dalam pola makan Anda untuk mendukung kesehatan tekanan darah, Dabhadkar mencatat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
“Jus delima dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, termasuk obat tekanan darah”, jelas Dabhadkar. “Penting untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter Anda,” katanya.
Jus delima juga lebih tinggi kalorinya daripada jus tomat dan mengandung gula alami yang jauh lebih banyak (34 gram dibandingkan 6 gram per cangkir), sehingga orang yang berada dalam tahap pra-diabetes, penderita diabetes, atau sedang menjaga berat badan mungkin perlu lebih berhati-hati.
“Seringkali lebih baik mengonsumsi kalori melalui makanan daripada minuman,” kata Dabhadkar. “Serat dalam buah dan sayuran memperlambat penyerapan gula, sehingga membantu tubuh mengatasi beban gula dengan lebih baik.”
